Tutup Iklan

Sukarelawan di Garda Depan Penanganan Covid-19 Klaten

Tim sukarelawan yang membantu proses pemulasaran dan pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 di Klaten berasal dari berbagai kalangan.

 Tim Kubur Cepat (TKC) Kamboja di Posko Aju eks Kawedanan Jatinom bersiap sebelum memakamkan jenazah dengan protokol Covid-19, Jumat (9/7/2021). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Tim Kubur Cepat (TKC) Kamboja di Posko Aju eks Kawedanan Jatinom bersiap sebelum memakamkan jenazah dengan protokol Covid-19, Jumat (9/7/2021). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Penanganan Covid-19 di Klaten tak bisa terlepas dari gerak para sukarelawan. Tak terkecuali para sukarelawan yang selama ini tergabung dalam Tim Kubur Cepat (TKC) Kamboja Posko Dukungan Satgas Penanganan Covid-19 Klaten.

Tim tersebut yang selama ini membantu proses pemulasaran dan pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Mereka juga berasal dari berbagai organisasi sukarelawan hingga ada yang tergerak secara individu.

Beberapa waktu terakhir, jumlah jenazah yang dimakamkan dengan protokol Covid-19 naik drastis seiring peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Bersinar. Begitu pula dengan proses pemulasaran jenazah dengan protokol Covid-19 yang menunjukkan tren penambahan menyusul ada beberapa kasus warga yang isolasi mandiri di rumah meninggal dunia.

Baca juga: Cerita Kades Jetis Klaten Berburu Embun Pagi, Khasiatnya Dipercaya Percepat Penyembuhan Covid-19

Untuk mengurai daftar antrean pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19, pemkab membentuk lima posko aju tersebar di lima eks kawedanan.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengapresiasi para sukarelawan di Klaten. Dia pun menyebut sukarelawan menjadi salah satu aset berharga bagi Klaten untuk menghadapi pandemi Covid-19.

“Sukarelawan di Klaten sangat luar biasa. Kalau bisa, kami acungi empat jempol. Kami angkat topi untuk sukarelawan yang membantu kami,” kata Mulyani saat ditemui di Pendopo Pemkab Klaten, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Bantuan Mengalir untuk Bocah Yatim Piatu Akibat Covid-19 di Klaten

Mulyani mengatakan para sukarelawan itu bertugas tanpa mengenal waktu serta seakan tak mengenal lelah. Mereka juga bertugas tanpa pamrih. Bahkan, berulang kali mereka menolak tawaran dari pemkab mendapatkan insentif lantaran mereka bertugas murni untuk kemanusiaan.

“Mereka tidak pernah mau menerima imbalan. Kami tawari mereka tidak mau,” kata dia. Guna mendukung operasional tim Kamboja, Mulyani menegaskan pemkab siap mem-back up segala kebutuhan tim Kamboja termasuk di posko aju. Mulai dari alat pelindung diri (APD), obat-obatan, hingga kebutuhan kendaraan operasional.

Berharap Dukungan Warga

Mulyani pun optimistis dengan banyaknya sukarelawan yang membantu penanganan Covid-19, Klaten bisa keluar dari zona merah risiko Covid-19. Dia kembali berharap ada dukungan dari warga secara umum untuk menerapkan protokol kesehatan ketat serta ketentuan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 yang sudah diberlakukan.

Baca juga: Mempersempit Peredaran Rokok Ilegal, Pemkab Klaten Gencarkan Operasi dan Edukasi

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan para sukarelawan terutama mereka yang tergabung dalam tim Kamboja menjadi barometer dari daerah lain.

“Karena memang mereka itu tidak mau menerima insentif, honor, dan sebagainya sepersen pun,” kata dia. Dia menjelaskan banyak gerak sukarelawan yang ada di Kabupaten Bersinar dan hingga kini membantu proses penanganan Covid-19.

Selain tim Kamboja, ada sukarelawan kesehatan yang membantu proses pelacakan kontak erat. Belum lagi gerakan-gerakan filantropi membantu warga terdampak ekonomi maupun membantu kebutuhan logistik warga yang menjalani isolasi mandiri.

Baca juga: Senam hingga Berjemur, Inilah Aktivitas Warga di Tempat Isolasi GOR Gelarsena Klaten

Salah satu anggota tim Kamboja, Agus Santosa, mengatakan TKC Kamboja tak pernah meminta atau berharap imbalan dari pihak manapun. Dia pun menegaskan alasan utama mereka tergerak untuk ikut menangani Covid-19 didasari kemanusiaan.

“Ruh ini yang selalu kami jaga,” kata Agus.

Berita Terkait

Berita Terkini

Saluran Irigasi di Wonosari Klaten Memerah, Polisi Tunggu Hasil Lab

Polisi masih menunggu hasil laboratoriumnya untuk mengetahui apakah ada zat-zat tertentu atau zat berbahaya yang mencemari saluran irigasi itu.

Setelah Pasar Janglot, Giliran 2 Rumah Depan Pasar Galeh Terbakar

Penyebab kebakaran itu belum diketahui secara pasti tetapi satu dari dua unit bangunan rumah rumah itu di Desa Galeh itu ludes dengan kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Kecil-Kecil, Magot Mampu Reduksi 6 Ton Sampah di Makamhaji Kartasura

DLH Sukoharjo mengajak pemerintah desa/kelurahan membudidayakan magot untuk mengurangi volume sampah yang diproduksi masyarakat.

Kebun Warga untuk Pengembangan Ekonomi dan Bantu Cegah Stunting

Warga RW 011 Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, mengelola kebun sayuran di lahan bekas relokasi bantaran Sungai Bengawan Solo. Keberadaan kebun itu membantu mereka yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19 sekaligus mendukung program kesehatan pencegahan stunting.

Pengumuman! SIPA Hybrid Festival 2021 Pindah Lokasi ke TSTJ Solo

Lokasi penyelenggaraan Solo International Performing Art atau SIPA Hybrid Festival 2021 dipindah dari Mangkunegaran ke TSTJ.

Pemadaman Listrik Solo, Karanganyar, Klaten, Selasa (28/9/2021)

Berikut jadwal pemadaman listrik di Solo, Karanganyar dan Klaten hari ini, Selasa (28/9/2021) yang berlangsung selama tiga, empat dan lima jam.

8 Fakta Terbongkarnya Praktik Prostitusi Gay di Indekos Nusukan Solo

Terbongkarnya praktik prostitusi kaum gay di salah satu rumah indekos wilayah Nusukan, Banjarsari, Solo, mengungkap sejumlah fakta.

Pendampingan Kelompok Rentan HIV/AIDS di Sragen Terhambat PPKM

KPA Sragen mengkoordinasi Dinas Kesehatan dan rumah sakit (RS) untuk mengobati pasien positif HIV/AIDS.

Pelaku Prostitusi Gay Terciduk di Indekos Solo, Sekamar Dipakai Berlima

Para terduga pelaku prostitusi gay di indekos wilayah Nusukan, Solo, menempati dua kamar di mana salah satunya dipakai berlima.

Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Wonogiri Batal Dihentikan, Ini Alasannya

Mahasiswa berprestasi penerima beasiswa secara terorganisasi terlibat langsung dalam program yang dijalankan organisasi perangkat daerah (OPD) maupun pemerintah desa.

Gibran Ungkap Alasan di Balik Tes Antigen Guru-Murid SDN Laweyan Solo

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan alasan di balik tes antigen mendadak dan acak di SDN Laweyan No 54 Solo.

PTM di SMKN 3 Klaten Tak Terapkan Sistem Sif Pagi-Siang

Sistem pergantian siswa yang mengikuti PTM dilakukan pergantian setiap hari untuk mempermudah proses sterilisasi ruang kelas.

Ini Sederet Keunggulan Colomadu Calon Solo Baru-nya Karanganyar

Ada banyak pertimbangan melatarbelangi rencana menjadikan Colomadu sebagi pusat bisnis, terutama berkaitan dengan akses, fasilitas penunjang, dan sarana transportasi.

Jelang Pengeringan Colo Barat, Petani Selogiri Tak Khawatir

Sebagian besar tanaman padi berpeluang besar tetap bisa panen walaupun tak mendapat irigasi ketika nanti saluran irigasi kering.

Cerita Unik Pasar Janglot Sragen: Sempat Beberapa Kali Pindah Lokasi

Ada 66 kios dan los Pasar Janglot Sragen yang terbakar pada Sabtu-Minggu lalu, perinciannya tujuh kios dan 59 los.