Sukarelawan Corona Dinkes Jateng Terkonfirmasi Positif Covid-19 Di Sukoharjo
Ilustrasi tenaga medis Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Seorang sukarelawan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng yang diperbantukan di fasilitas layanan kesehatan Sukoharjo terkonfirmasi positif Covid-19.

Sukarelawan berjenis kelamin laki-laki tersebut tercatat sebagai warga Grobogan, Purwodadi. Selama ini sukarelawan itu tinggal di tempat indekos di Kampung Gabusan, Kelurahan Jombor, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan saat ini yang bersangkutan sudah diisolasi di Rumah Sehat Corona (RSC). "Relawan corona Jateng ini terkonfirmasi positif. Kami masih melacak riwayatnya untuk mengetahui sumber penularannya,” ujar Yunia, Rabu (15/7/2020).

Satu Pedagang Positif Covid-19, Pasar Ampel Boyolali Akan Ditutup

Dikatakan Yunia, karena bukan warga Sukoharjo, sukarelawan yang positif Covid-19 itu tidak menambah data positif Sukoharjo tapi masuk data daerah asalnya yakni Grobogan, Jateng.

Yunia mengatakan karena salah satu petugasnya positif, untuk sementara layanan kesehatan yang pernah bersinggungan dengan sukarelawan tersebut akan ditutup sementara.

"Kami akan lakukan disinfeksi layanan kesehatan yang terindikasi sambil menunggu hasil pelacakan lanjutan,” ujar Yunia.

Pria Tegalmade Sukoharjo Meninggal, Diduga Sengaja Ceburkan Diri Ke Sumur

Meski positif, Yunia mengatakan sukarelawan itu tidak mengalami gejala sehingga diisolasi di RSC yang memang dikhususkan untuk isolasi kasus positif tanpa gejala.

Akumulasi Kasus

Seperti diketahui data per Selasa (14/7/2020), secara akumulasi kasus positif Covid-19 di Sukoharjo, Jateng, sudah mencapai 120 kasus. Dari jumlah tersebut sebanyak 77 orang sudah sembuh dan 10 meninggal.

Kasus positif yang ada tinggal 33 kasus. Dari jumlah itu, 17 orang menjalani rawat inap dan 16 orang lainnya isolasi mandiri.

Satpol PP Sukoharjo Siaga Sejak Subuh, Jl. Ir. Soekarno Steril dari Pedagang Pasar Harjodaksino Solo

Dari 33 kasus positif Covid-19 itu, lima di antaranya merupakan tenaga kesehatan atau nakes. Perinciannya, empat nakes bekerja di Puskesmas Sukoharjo dan satu nakes di Puskesmas Baki.

Puskesmas Sukoharjo ditutup selama empat karena empat nakes yang positif itu bekerja di lingkungan puskesmas dan banyak berinteraksi, baik dengan pasien maupun tenaga kesehatan lainnya. Sedangkan Puskesmas Baki tidak ditutup karena satu nakes yang positif merupakan petugas lapangan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom