Sukarelawan BPBD Wonogiri Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19 Saat Evakuasi Bencana

Sukarelawan BPBD Wonogiri selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19 saat melakukan evakuasi bencana.

SOLOPOS.COM - Apel Kesiapsiagaan Bencana Banjir dan Tanah Longsor Kabupaten Wonogiri 2020-2021 di halaman Sekretariat Daerah Kebupaten Wonogiri, Sabtu (31/10/2020). (Istimewa/Istimewa BPBD)

Solopos.com, WONOGIRI -- Sukarelawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Wonogiri selalu menerapkan protokol kesehatan saat melakukan evakuasi bencana selama pandemi Covid-19.

Telah diketahui, Kabupaten Wonogiri masuk zona merah dalam bencana alam. Hampir semua jenis bencana berpotensi terjadi di Wonogiri. Mulai dari tanah longsor, banjir, angin topan, pohon tumbang hingga tsunami. Hanya gunung meletus yang tidak berpotensi terjadi di Wonogiri.

Jadi Lokasi Karantina, Ternyata Pernah Ada Sosok Buto Ijo di Benteng Vastenburg Solo

Belum lama ini, tepatnya pada 19 November 2020, terjadi hujan deras di wilayah Wonogiri. Sehingga mengakibatkan pohon tumbang di beberapa lokasi, khususnya di wilayah perkotaan Wonogiri.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan selama bertugas melakukan evakuasi bencana para sukarelawan harus menerapkan protokol kesehatan. Terlebih fenomena La Nina diprediksi terjadi hingga Januari 2021. Begitu juga saat sukarelawan melalukan sosialisasi mitigasi bencana di masyarakat.

Sebagai keseriusan BPBD Wonogiri menerapkan protokol kesehatan, kata Bambang, diawali saat menggelar acara apel siaga bencana secara virtual pada bulan lalu. "Saat itu apel diikuti sekitar 300 peserta secara virtual. Tanpa mengumpulkan masa demi menghindari kerumunan, apel tetap bisa dilaksanakan," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Rabu(2/12/2020).

Pohon Tumbang

Bambang mencontohkan penerapan protokol kesehatan saat terjadi bencana pohon tumbang. Saat memotong pohon tumbang dianjurkan tidak terlalu panjang. Pohon bisa diangkut maksimal empat orang. Sehingga tidak berkerumun bisa menjaga jarak.

"Kalau masker sejak awal sudah pakai saat mengevakuasi pohon tumbang. Karena bisa juga untuk menghindari debu saat menggergaji atau memotong pohon. Jadi melindungi pernapasan," ungkap dia.

Pemkab Karanganyar Salurkan Hibah Peternak Rp13,9 Miliar, Bupati Ingatkan Jangan Disalahgunakan

Bambang mengatakan, saat bertugas sukarelawan tidak hanya melakukan evakuasi. Namun juga melakukan upaya edukasi kepada masyarakat agar protokol kesehatan selalu diterapkan. Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak harus selalu dilakukan.

"Selama pandemi upaya mitigasi terus kami lakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Jika tidak ada mitigasi atau tidak keluar justru berakibat fatal. Kuncinya penerapan protokol kesehatan," kata Bambang.

Berita Terbaru

Kuliner Malam Sukoharjo Batal Normal Sesuai Skenario Transisi

Solopos.com, SUKOHARJO — Kondisi trotoar jalan di sepanjang Jl. Ir. Soekarno tepatnya di sekitar Bundaran Pandawa menuju Jembatan Bacem...

Vaksinasi di Boyolali Dilaksanakan, 3M Harus Tetap Dijalankan

Solopos.com, BOYOLALI -- Meski saat ini vaksin Covid-19 sudah tiba, kampanye 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan...

25 Warga Kedawung Sragen Legawa Tunda Hajatan demi Tekan Covid-19

Solopos.com, SRAGEN -- Sekitar 25 warga di Kecamatan Kedawung, Sragen, mau berbesar hati untuk menunda kegiatan hajatan demi mencegah...

Jumlah Pendaftar Haji di Wonogiri Tak Terdampak Pandemi, Prokes Tetap Ditaati

Solopos.com,WONOGIRI -- Pendaftaran haji di Wonogiri tak terdampak pandemi Covid-19. Dalam melayani pendaftaran haji, Kementerian Agama atau Kemenag Wonogiri...

PDM Sukoharjo Dorong Penyintas Covid-19 Jadi Pendonor Plasma Konvalesen

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo bekerja sama dengan RS PKU Muhammadiyah mendorong agar penyintas Covid-19 menjadi...

Hobi Memancing Ikan di Solo Tak Terusik Pagebluk Covid-19

Solopos.com, SOLO — Hobi memancing ikan tak banyak terganggu pagebluk Covid-19 terjadi di Kota Solo, Jawa Tengah. Sarwanto, 51,...

Girang di Kolam Pemancingan Ikan Boyolali saat Pandemi Covid-19

Solopos.com, BOYOLALI — Memancing masih menjadi hobi digandrungi masyarakat, termasuk di kolam pemancingan ikan di Boyolali, pada masa pandemi...

Pandemi Covid-19 Mengadang, BP Jamsostek Klaten Tak Henti Bayarkan JHT

Solopos.com, KLATEN — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Cabang Klaten, Jawa Tengah telah membayarkan 12.025 berkas klaim...

Puskesmas Kebakkaramat II Karanganyar Tetap Lakukan Vaksinasi Meski 13 Petugasnya Diisolasi

Solopos.com, KARANGANYAR -- Puskesmas Kebakkramat II, Karanganyar, tetap melaksanakan pelayanan vaksinasi Covid-19 meskipun 13 petugas di sana menjalani isolasi...

IDI Klaten Dorong Masyarakat Terapkan Cara Murah Meriah Cegah Covid-19

Solopos.com, KLATEN -- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Klaten mendukung penuh pelaksanaan pencanangan vaksinasi Covid-19 yang dipimpin Bupati Klaten, Sri...