Tutup Iklan
Sukarelawan kebencanaan Jateng, Abdul Aziz, menerima penghargaan dari Kepala BNPB, Doni Monardo, pada Jambore Nasional Sukarelawan 2019 di Bangka Belitung, Sabtu (12/10/2019). (Semarangpos.com-LPBI NU)

Solopos.com, SEMARANG – Kontingen Jawa Tengah (Jateng) tampil sebagai juara umum dalam Jambore Nasional (Jamnas) Sukarelawan Penanggulangan Bencana yang digelar di Kabupaten Belitung, Bangka Belitung, Rabu-Sabtu (9-12/10/2019).

Tim Jateng menjadi yang terbaik dari berbagai macam lomba dalam kegiatan yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut.

Dari lima lomba yang diselenggarakan, Jateng menyabet gelar juara pertama pada lomba cerdas cermat, penulisan media sosial (medsos), dan desk sukarelawan.

Sementara dua lomba lainnya, yakni pembuatan jalur evakuasi dan pembuatan yel-yel gagal diraih Jateng. Kendati demikian, Jateng dinilai sebagai tim yang paling inovatif dalam des sukarelawan.

Tim lomba medsos Jateng terdiri dari Abdul Aziz dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU), Kholid Zakaria dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, dan Indah Kartika Cahyani dari BPBD Kabupaten Wonosobo.

Sementara tim lomba cerdas cermat beranggotakan Dwi Handoko (PMI), Kholid Zakaria (BPBD Jateng), dan Wiwik Ariani (Rumah Zakat). Sedangkan, lomba desk sukarelawan terdiri dari Dwi Handoko (PMI), Wiwik Ariani (Rumah Zakat), Abdul Halim (BPBD Wonosobo), dan Slamet (BPBD Wonosobo).

Salah satu anggota tim Jateng, Abdul Aziz, mengatakan jambore nasional yang disertai kegiatan perlombaan sangat penting sebagai sarana meningkatkan kemampuan sukarelawan kebencanaan di Indonesia.

"Mengingat hampir semua provinsi di Indonesia ini, tak ada satupun daerah yang luput dari ancaman kebencanaan," ujar Abdul Aziz, Minggu (13/10/2019).

Aktivis LPBI NU Jateng itu mengatakan dalam forum tersebut sukarelawan bisa saling belajar tentang kondisi antardaerah di Indonesia.

“Untuk beberapa lomba yang menempatkan kita menjadi yang terbaik, tentu ini tak lepas dari kekompakan dari semua tim," katanya.

Kepala Seksi (Kasi) Logistik BPBD Jateng, Sudarsono A.S.,  selaku ketua kontingen Jateng mengaku jambore itu merupakan ajang mengasah keterampilan dan uji koordinasi sukarelawan kebencanaan.

“Hasilnya akan dijadikan landasan penetapan kebijakan penanganan darurat bencana di daerah. Mengingat Jawa Tengah merupakan wilayah rawan bencana yang tinggi,” terangnya.

Sudarsono menambahkan ajang tersebut juga bisa menjadi sarana latihan untuk sukarelawan, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Kemenangan yang diraih Jateng tak lain karena modal soliditas dan semangat belajar yang tinggi, dan mengedepankan kearifan lokal,” imbuhnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten