Henry Indraguna, (kiri) Caleg DPR untuk Dapil Jateng V (Solo, Klaten, Sukoharjo, Boyolali) dari Partai Perindo, menyapa para pedagang tradisional di Pasar Wedi Klaten Jawa Tengah beberapa waktu lalu. (Istimewa/Dok. Henry Indraguna)

Solopos.com, SOLO — Calon anggota legislatif (caleg) DPR RI Dapil V Jawa Tengah (Jateng) dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dalam Pemilu 2019, K.R.A.T. Henry Indraguna, S.H, C.L.A, C.I.L, mengungkapkan suka dukanya dalam melayani masyarakat di Dapil V Jateng, yaitu, Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Boyolali.

Kisah itu diungkapkan Henry Indraguna saat jumpa pers di Hotel Best Western Premiere, Solo Baru, Sukoharjo, Jateng, Jumat (12/4/2019).

"Banyak sekali hal yang sudah saya buat,  kami buat buat rakyat, mungkin kalau diingat-ingat saya sudah tidak ingat," ujar pria kelahiran Bandung, 29 Agustus 1973 itu.

Henry Indraguna mengaku dirinya sempat dianggap remeh di awal pencalonannya sebagai caleg Dapil V Jateng. Namun demikian, ia mengaku kini telah mendapatkan cinta dari masyarakat Dapil V Jateng.

"Itu [rasa cinta dari masyarakat] pun tidak didapatkan dengan mudah. Didapatkan dengan perjuangan yang sangat membutuhkan waktu yang tanpa batas. Saya menerima tamu sampai jam 3 pagi pun saya penuhi. Enggak ada orang yang enggak saya temui," ujarnya.

Demi melayani masyarakat di Dapil V Jateng, Henry Indraguna mengaku rela meninggalkan keluarga, pekerjaan, dan kesenangan hidupnya.

"Pengorbanan yang  cukup besar yang mungkin kita bisa rasakan lah, suka duka kita dalam menghadapi ini semua emosional, kesal, marah, sedih itu berkecamuk selama enam bulan, tapi  dengan satu tujuan bagaimana cara mengubah Dapil V Jawa Tengah ini yang katanya dapil neraka menjadi dapil surga," jelas caleg Partai Perindo tersebut.

Sejak awal pencalonannya, Henry Indraguna mengaku telah berkomitmen melayani masyarakat Dapil V Jateng. Ia juga ingin mengubah citra Dapil V Jateng yang disebut  sebagai dapil neraka menjadi dapil surga.

"Saya akan mengubah itu semuanya, yang tadinya masyarakat di sini itu masih masalah bermain amplop saja saya ubah bagaimana caranya menjadi wakil rakyat yang  melayani wakil rakyat itu datang ke masyarakat, menyentuh masyarakat. Saya bersilaturahmi dengan 33.000 [orang], dan mungkin hari ini sudah lebih dari 33.000," tegasnya.

Henry Indraguna menegaskan sangat yakin akan terpilih sebagai wakil rakyat.

"Kalau ditanya H-1 ini apakah ada keyakinan saya duduk [sebagai wakil rakyat]? Saya yakin luar biasa saya akan duduk. Kenapa saya yakin? Karena orang yang tidak baik saja bisa duduk, apa lagi orang yang punya niat baik sama rakyat pasti harusnya duduk ya," ucapnya.

Namun jika memang tak terpilih, Henry mengaku akan ikhlas. Ia mengaku sangat senang sudah bisa melayani masyarakat di Dapil V Jateng selama enam bulan terakhir.

Politik Uang

Di sisi lain, Henry Indraguna menegaskan tak akan terlibat dalam politik uang, meski masih banyak masyarakat yang terjebak dalam cara kotor tersebut.

"Mungkin masyarakat masih mementingkan amplop [uang] dari pada kerja nyata, mungkin masyarakat Dapil V Jawa Tengah lebih mementingkan uang dari pada wakil rakyat yang betul-betul melayani," ujar Henry Indraguna.

"Kalaupun saya enggak masuk, saya sudah ikhlas, berarti rakyat belum membutuhkan saya. Berarti rakyat Dapil V Jawa Tengah belum membutuhkan perubahan belum mau mengadakan perubahan, saya ikhlas, intinya saya apa pun hasil pada saat 17 April 2019 itu lah yang terbaik buat saya," lanjutnya.

Kesibukan dalam mengunjungi masyarakat Dapil V Jawa Tengah ternyata sempat membuat mental Henry Indraguna jatuh. Ia mengaku sempat berpikir tak mampu mewakili rakyat Dapil V Jateng dengan beragam masalahnya. Kesehatannya juga sempat menurun karena kesibukan menyambangi masyarakat.

Ia bahkan sempat mengadu kepada para pemuka agama atas permasalahan yang ia hadapi dalam pencalonannya sebagai anggota DPR RI.

"Sempat saya mengadu karena saya drop waktu itu. Saya mengadu mencari kiai dan habib di Klaten, saya dipanggil ke tangga masjid di situ saya berkeluh kesah dengan habib dan kiai, ada dua itu," kisahnya.

Dari pertemuannya dengan kiai dan habib di Klaten itu, Henry Indraguna kemudian mendapatkan pencerahan.

"Pada saat itu Pak Kiai berkata 'Mas Henry enggak usah khawatir. Di belakang Mas Henry itu banyak kiainya banyak habibnya yang mendoakan. Saya mendapatkan nasihat 'kalah rupa menang dunga'. Di situ saya mendapatkan kekuatan yang luar biasa untuk bangkit lagi untuk berjuang di Dapil V Jawa Tengah," beber Henry Indraguna.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten