Suhu Udara di Sumbar Turun Akibat Kabut Asap

Wilayah Sumatra Barat (Sumbar) diperkirakan mengalami penurunan suhu yang berlangsung hingga dua sampai tiga hari ke depan. Hal itu sebagai dampak bencana kabut asap yang melanda wilayah setempat.

Suhu Udara di Sumbar Turun Akibat Kabut Asap

SOLOPOS.COM - Ilustrasi warga melintas di jalan yang berkabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Antara-Aswaddy Hamid)

Solopos.com, BUKITTINGGI -- Wilayah Sumatra Barat (Sumbar) diperkirakan mengalami penurunan suhu yang berlangsung hingga dua sampai tiga hari ke depan. Hal itu sebagai dampak bencana kabut asap yang melanda wilayah setempat.

"Diperkirakan sampai dua atau tiga hari ke depan, namun kita juga lihat bagaimana intensitas kabut asap karena itu ikut berpengaruh dalam penurunan suhu," Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau Yudha Nugraha saat dimintai konfirmasi dari Bukittinggi, Senin (16/9/2019).

Dia menjelaskan kabut asap yang masuk ke wilayah Sumbar beberapa terakhir menghambat panas matahari sampai ke bumi sementara pada malam hari bumi terus melepas radiasi gelombang panjang sehingga mengalami defisit.

Pada saat kemarau kecenderungan kelembaban udara rendah atau kering sehingga tidak ada uap air yang cukup di udara untuk menahan panas tetap di permukaan bumi.

"Jika dilihat intensitas kabut asap tampak makin berkurang, jadi semoga perlahan suhu udara bisa lebih hangat dalam beberapa hari ke depan," kata Yudha Nugraha.

Suhu minimum tercatat di BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau pada Senin pagi tadi sebesar 18,6°C atau turun dari kondisi rata-rata 22,7°C dan penurunan dikategorikan ekstrem untuk kota Padang.

Fenomena suhu dingin menurutnya hal yang lumrah dan saat ini belum terlalu berdampak terhadap aktivitas manusia.

Hanya saja hal itu perlu diperhatikan untuk usaha pertanian apabila suhu udara turun secara berkelanjutan karena ada komoditas tertentu yang tidak cocok ditanam pada suhu lebih dingin.

"Jika terbentuk embun beku dapat menyebabkan kegagalan panen untuk komoditas yang tidak cocok dengan suhu dingin," ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

H+1 Lebaran Jalanan Wonogiri Kok Ramai, Ternyata Ini Alasannya

Arus lalu lintas di Wonogiri pada H+1 Lebaran atau hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021) terpantau ramai lancar. Banyak warga yang berwisata maupun bersilaturahmi.

Israel Tewaskan 7 Warga Palestina di Tepi Barat

Tujuh orang warga Palestina meninggal dunia pada Jumat (14/5/2021) akibat aksi kekerasan pasukan Israel yang membubarkan aksi unjuk rasa mereka.

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu

Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.