Ilustrasi temperatur udara panas. (Dok. Bisnis.com)

Solopos.com, SEMARANG — Fariz Fardianto, 38, warga Jl. Layur, terlihat mondar-mandir di depan rumahnya, Selasa (8/10/2019). Ia nampak tak bisa tidur meski hari telah malam.

Ia mengaku tak bisa tidur karena rumahnya terasa gerah. Padahal, ia sudah mencopot baju dan hanya mengenakan kaus singlet untuk mengusir kegerahan agar bisa tidur.

“Sumpah gerah banget. Padahal malam hari, tapi suhu udaranya kerasa gerah. Terutama pas pukul 22.00-01.00 WIB,” keluh Fariz saat berbincang dengan Semarangpos.com, Rabu (9/10/2019).

Baca juga: Terungkap, Ini Cara BMKG Jateng Prediksi Hujan

Temperatur di Kota Semarang belakangan ini memang sangat panas. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang menyebut suhu udara di Kota Semarang pada Rabu mencapai 27-35 derajat Celcius, dengan kelembaban udara mencapai 40-70%.

Suhu udara yang cukup panas itu bahkan sangat terasa di daerah pinggiran pantai, seperti Pantai Baruna, maupun kawasan yang berdekatan dengan Pelabuhan Tanjung Emas.

prakiraan cuaca
Prakiraan cuaca dan suhu udara di Jateng, 9 Oktober 2019. (BMKG Jateng)

Seorang mahasiswi Universitas Semarang (Usm), Anindya, bahkan menyebut suhu udara di kawasan pinggir Pantai Baruna mencapai 39 derajat Celcius pada Rabu siang.

“Itu [39 derajat Celcius] berdasar pengukur suhu udara di handphone saya,” ujar perempuan yang akrab disapa Anin itu.

Kepala Seksi (Kasi) Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani, Yoga Sambodo, memberikan penjelasan terkait suhu udara di Kota Semarang yang panas. Ia menyebut fenomena itu tak terlepas dari pergerakan matahari yang tepat berada di atas wilayah Jateng.

“Bulan Oktober ini matahari pas di Jateng. Jadi secara umum, wilayah Jateng paling banyak menerima radiasi matahari. Radiasi yang diserap pada siang hari dilepaskan bumi ketika malam. Itu yang menyebabkan suhu terasa gerah,” ujar Yoga.

Baca juga: Temperatur Semarang 30 Derajat Celcius, BMKG Imbau Warga Waspada Dehidrasi

Yoga menambahkan suhu udara di Kota Semarang bahkan akan semakin memanas pada Jumat (11/10/2019). Hal itu dikarenakan posisi matahari tepat berada di atas Kota Semarang.

“Apalagi akhir-akhir ini kalau malam mulai ada awan. Proses udara menjadi awan, istilahnya kondensasi, disertai melepas energi panas itu membuat keadaan udara jadi terasa sumuk [gerah],” imbuhnya.

Meski demikian, Yoga mengimbau warga untuk tidak khawatir. Proses pergerakan matahari menuju ke wilayah bumi bagian selatan ini menjadi penanda peralihan musim kemarau ke musim penghujan.

“Matahari memang lagi jalan-jalan ke wilayah bumi bagian selatan, artinya sebentar lagi musim penghujan. Kalau sudah hujan kan nanti adem,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten