Pasangan cagub dan cawagub Ganjar Pranowo (kiri)-Taj Yasin (kedua dari kiri) dan Sudirman Said (kedua dari kanan)-Ida Fauziyah (kanan) menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya saat Debat Terbuka Pilkada Jawa Tengah di Ballroom Hotel Patra Semarang, Jateng, Jumat (20/4/2018) malam. (Antara-Aditya Pradana Putra)

<p><strong>Solopos.com, SEMARANG &mdash;</strong> Dua pasang cagub-cawagub peserta pilkada serentak 2018,&nbsp;<a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910100/pilkada-2018-ini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-ganjar-pranowo">Ganjar Pranowo</a>-<a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910562/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-taj-yasin">Taj Yasin</a> dan <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said">Sudirman Said</a>-<a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910581/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-ida-fauziyah">Ida Fauziyah</a> mengadu konsep penanganan kemiskinan dalam Debat Terbuka Pilgub Jateng yang digelar KPU setempat di Hotel Patra Jasa, Semarang, Jumat (20/4/2018) malam.</p><p>Kedua pasang calon gubernur dan calon wakil gubernur peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng dalam rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018 itu saling beradu komitmen dalam mengatasi kemiskinan di provinsi tersebut. Isu sosial tersebut menjadi menarik lantaran Jateng menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi kedua di Pulau Jawa.</p><p>Dalam menghadapi sekaligus menangani persoalan tersebut, pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180413/515/910117/pilkada-2018-jadi-jargon-kampanye-sudirman-ida-ini-arti-mbangun-jateng-mukti-bareng">Sudirman -Ida </a>menjanjikan akan menyediakan 5 juta lapangan kerja selama lima tahun kepemimpinan mereka apabila terpilih. Angka tersebut diklaim oleh pasangan nomor urut 2 tersebut target realistis kendati diragukan oleh sejumlah pihak. Keyakinannya itu didasarkan pada banyaknya jumlah desa yang mencapai 8.000, yang diasumsikannya setiap desa akan dapat memunculkan 5-10 lapangan kerja per tahunnya.</p><p>&ldquo;Target kami kemiskinan akan turun jadi 6% dalam lima tahun dengan cara menciptakan 5 juta lapangan kerja,&rdquo; ujar Sudirman dalam debat tahap pertama selama rangkaian Pilgub Jateng 2018 itu.</p><p>Ida menambahkan upaya lain yang akan diambil adalah dengan mendorong peran serta kaum perempuan yang diklaimnya sebagai kaum paling terdampak kemiskinan. Dia pun berencana mencitakan satu juta wirausahawan perempuan dan kaum muda.</p><p>Sementara itu, pasangan cagub dan cawagub nomor urut satu&nbsp;<a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910100/pilkada-2018-ini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-ganjar-pranowo">Ganjar Pranowo</a> dan <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910562/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-taj-yasin">Taj Yasin</a> menjanjikan akan menyediakan sejumlah insentif berupa akses modal beserta pendampingan dan pelatihan kerja.&nbsp; Ganjar dalam hal ini mencontohkan upayanya selama ini dalam mewujudkan sejumlah nelayan di Demak yang ingin mendapatkan akses insentif dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).</p><p>Selain itu, serupa dengan janji yang diungkapkan <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said">Sudirman Said</a> dan <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910581/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-ida-fauziyah">Ida Fauziyah</a>, pihaknya juga akan meningkatkan peran serta kaum perempuan dalam menciptakan lapangan kerja. Yasin menyebutkan upaya lain dalam menekan angka kemiskinan adalah dengan membangunan sentra perkulakan di seluruh kabupaten di Jateng, melalui program yang dinamainya Ekotren.</p><p>&ldquo;Ekotren&nbsp;akan dibangun di beberapa lokasi yang strategis, seperti di sekitaran lokasi keagaman dan tempat ibadah seperti masjid atau pondok pesantren,&rdquo; ujarnya.</p><p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Jateng per September 2017 mencapai 12,23%. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi kedua di Pulau Jawa, setelah DIY.</p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten