Sudirman Said. (Bisnis-A. Azzam)

<p><strong>Solopos.com, SEMARANG &mdash;</strong>Calon gubernur Jawa Tengah <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said">Sudirman Said</a> meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak diintervensi dalam melaksanakan tugasnya. Terutama terkait dengan tidak diumumkannya calon kepala daerah yang diduga tersangkut korupsi.</p><p>Hal tersebut diungkapkan Sudirman Said saat menjadi pembicara dalam diskusi <em>Refleksi 20 Tahun Reformasi Kembali ke Pancasila dan UUD 1945, Indonesia Darurat Korupsi</em> di Semarang, Selasa (29/5/2018), menanggapi adanya penolakan terhadap pengumuman calon kepala daerah yang diduga terlibat korupsi oleh KPK.</p><p>Menurut dia, larangan terhadap KPK agar tidak mengumumkan calon kepala daerah yang diduga tersangkut korupsi karena dinilai akan mengganggu proses pilkada merupakan bentuk jntervensi di luar kepatutan. "Biarkan KPK bekerja agar masyarakat tidak salah pilih. Kalau seorang calon kepala daerah berpotensi menjadi tersangka terpilih dalam pilkada, kemudian menjadi tersangka, maka yang rugi masyarakat banyak," katanya.</p><p>Ia menuturkan negara membutuhkan pemimpin yang memiliki pengetahuan dan etika yang kuat. Menurut dia, kekuasaan merupakan keleluasaan yang harua dijaga dengan ilmu dan etika. "Kekuasaan hang tidak ditopang dengan pengetahuan dan akhlak yang baik akan menimbulkan kerusakan," kata mantan Menteri ESDM ini.</p><p>Ia menegaskan masyarakat bisa mencegah kesewenang-wenangan tersebut dengan memilih pemimpin yang cerdas dan beretika. Oleh karena itu ia kurang sepakat jika ada larangan kepada KPK untuk mengumumkan calon kepala daerah yang diduga tersangkut korupsi karena hal itu merupakan bagian dari upaya agar masyarakat tidak salah pilih.</p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten