Sudirman Said. (Twitter.com)

<p><strong>Solopos.com, PURWOKERTO &mdash; </strong>Kebiasaan memfitnah merupakan perbuatan yang tidak terpuji. Kebiasaan itu ditegaskan calon gubernur Jawa Tengah, <a href="https://www.google.com/url?q=http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said&amp;sa=U&amp;ved=0ahUKEwi2vufy1sPaAhUEQLwKHRChCGkQFggIMAE&amp;client=internal-uds-cse&amp;cx=018416269537951269962:n6yezv585sk&amp;usg=AOvVaw04xIyIENJr-R1JRg87P-dB">Sudirman Said</a>, harus dihentikan demi Jateng yang lebih baik.</p><p>Seruan menghentikan perilaku memfitnah itu dikemukakan <a href="https://www.google.com/url?q=http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said&amp;sa=U&amp;ved=0ahUKEwi2vufy1sPaAhUEQLwKHRChCGkQFggIMAE&amp;client=internal-uds-cse&amp;cx=018416269537951269962:n6yezv585sk&amp;usg=AOvVaw04xIyIENJr-R1JRg87P-dB">Sudirman Said </a>saat berkunjung ke Kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Banyumas di Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (22/4/2018).</p><p>Sudirman dalam kesempatan itu mengaku selama mengikuti prosesi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) sebagai rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018 ini telah beberapa kali menjadi korban hoaks atau berita bohong. Namun, ditegaskannya kabar bohong itu tidak berpengaruh terhadap pencalonannya.</p><p>"Masyarakat sekarang sudah cerdas, mereka pasti akan mengecek, dan sekarang ini orang enggak bisa omong sembarangan karena begitu dapat berita tertentu yang [dianggap] penting, dia langsung <em>Googl</em><em>ing </em>mengecek orang ini siapa, siapa. Jadi, saya rasa enggak terlalu [berpengaruh]," papar Sudirman yang dalam pilada atau tepatnya Pilgub jateng 2018 berpasangan dengan <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910581/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-ida-fauziyah">Ida Fauziyah </a>sebagai calon wakil gubernur itu.</p><p>Kendati demikian, kata dia, pihaknya masih mempertimbangkan untuk menjelaskan kepada KPU dan Bawaslu atau melaporkannya kepada Bareskrim Polri karena hoaks alias kabar bohong itu sudah masuk ke ranah kriminal. "Tetapi sementara kita simpan dululah," kata mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang di-<em>reshuffle </em>tak lama setelah mengungkap skandal Papa Minta Saham PT Freeport Indonesia itu.</p><p>Disinggung mengenai kemungkinan penyebar berita hoaks itu, dia enggan memberikan komentar karena saat sekarang sedang fokus terhadap upaya pemenangan dengan mendidik pemilih. Dengan demikian, kata dia, masalah berita hoaks itu kemungkinan akan dilaporkan belakangan.</p><p><a href="https://www.google.com/url?q=http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said&amp;sa=U&amp;ved=0ahUKEwi2vufy1sPaAhUEQLwKHRChCGkQFggIMAE&amp;client=internal-uds-cse&amp;cx=018416269537951269962:n6yezv585sk&amp;usg=AOvVaw04xIyIENJr-R1JRg87P-dB">Sudirman Said </a>mengaku optimistis meraih kemenangan dalam pilkada atau Pilgub Jateng 2018 karena masyarakat Jateng menginginkan perubahan. Menurut dia, keinginan masyarakat itu dirasakan saat berkunjung ke berbagai daerah di Jateng termasuk Banyumas.</p><p>Di Banyumas, ia mengaku mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat saat mengunjungi sejumlah desa, Minggu (22/4/2018). "Di Banyumas antara partai dan sukarelawan menyatu. Ke mana-mana semua partai ikut, kemudian timnya berbaur dan tadi di Sambiroto luar biasa, banyak masyarakat yang hadir dan mereka bikin lomba [untuk] anak, lomba kesenian kuda lumping," paparnya.</p><p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;"><a class="western" href="http://semarang.solopos.com/"><em><strong>KLIK</strong></em></a><em><strong> dan </strong></em><a class="western" href="https://www.facebook.com/SemarangPos"><em><strong>LIKE</strong></em></a><em><strong> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten