Sudirman Said. (Twitter.com)

<p><strong>Solopos.com, SEMARANG &mdash;</strong> Calon gubernur Jawa Tengah <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said">Sudirman Said</a> mengungkapkan banyak tekanan dan ketidakadilan yang dialaminya bersama calon wakil gubernur <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910581/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-ida-fauziyah">Ida Fauziyah</a> dalam perjalanan selama Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng dalam rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018.</p><p>"Mulai dilarang naik mimbar di beberapa tempat sampai diminta menghentikan pidato," papar <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said">Sudirman Said</a> di Kota Semarang, Jatengm Minggu (27/5/2018).</p><p>Bahkan, menurut dia, tidak sedikit keluhan dari panwas dan petugas lapangan yang bekerja dalam tekanan oleh penguasa atau kepala daerah yang berbeda pilihan. Meski demikian, menurut dia, kondisi tersebut justru semakin meningkatkan semangat dan militansi kader, simpatisan, serta sukarelawan untuk menyosialisasikan <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180413/515/910117/pilkada-2018-jadi-jargon-kampanye-sudirman-ida-ini-arti-mbangun-jateng-mukti-bareng">Sudirman -Ida</a> ke masyarakat.</p><p><a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said">Sudirman Said</a> menuturkan keinginan masyarakat Jateng agar terjadi perubahan jangan sampai dicederai oleh kecurangan. Ia juga meminta masyarakat mewaspadai kecurangan yang mungkin terjadi saat pilgub. "Dalam waktu dekat akan kami sampaikan temuan atas upaya-upaya mencederai demokrasi ini," katanya.</p><p>Ia juga meminta upaya-upaya praktik politik uang dan politik sembako diwaspadai. "Harus sama-sama dicegah agar demokrasi di Jawa Tengah berkualitas. Hanya demokrasi berkualitas yang akan menghasilkan pemimpin yang baik," katanya.</p><p>Selama berkeliling ke berbagai daerah di Jateng, ia menangkap keinginan kuat masyarakat agar terjadi perubahan kepemimpinan. "Setahun terakhir saya berkeliling Jawa Tengah muncul keinginan kuat masyarakat agar terjadi perubahan di Jateng," katanya.</p><p>Kondisi tersebut, lanjut dia, bertolak belakang dengan hasil lembaga-lembaga survei yang berlomba mematikan harapan perubahan di provinsi ini.</p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten