Cagub Jateng, Sudirman Said (paling kanan), bersama Rocky Gerung (kedua dari kiri), dan Ratna Sarumpaet (kedua dari kiri), saat acara diskusi di Star Hotel, Semarang, Selasa (29/5/2018). (Semarangpos.com-Humas Sudirman Said)

<p><strong>Solopos.com, SEMARANG &ndash;</strong> Calon gubernur (Cagub) nomor urut dua dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) atau tepatnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2018, <a title="Pilkada 2018: Begini Riwayat Hidup dan Sepak Terjang Sudirman Said" href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said">Sudirman Said,</a> kembali menyatakan dukungannya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ingin mengumumkan calon kepala daerah yang menjadi tersangka kasus korupsi.</p><p>Hal itu disampaikan Sudirman saat hadir dalam diskusi bertajuk Refleksi 20 Tahun Reformasi Kembali ke Pancasila dan UUD 1945, Indonesia Darurat Korupsi, di Star Hotel, Kota Semarang, Selasa (29/5/2018).</p><p>Selain Sudirman, dalam acara itu hadir juga pengamat politik Rocky Gerung, dan aktivis sosial Ratna Sarumpaet. Rival Sudirman di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018, Ganjar Pranowo, sebenarnya juga diundang dalam acara itu. Namun, cagub petahana Jateng itu berhalangan hadir.</p><p>&nbsp;&ldquo;Kekuasaan adalah keleluasan yang harus dijaga dengan ilmu dan etika. Kalau tidak memiliki dua-duanya adalah persoalan besar dalam kepemimpinan. Pemimpin seperti itu akan cenderung menggunakan kekuasaan dengan semena-mena dan menimbulkan kerusakan," ujar Sudirman dikutip dari siaran pers tim media Sudirman Said, Selasa.</p><p>Sudirman menambahkan masyarakat dapat mencegah penggunaan kekuasaan dengan sewenang-wenang dengan memilih pemimpin yang cerdas dan beretika. Oleh karena itu, Sudirman pun kurang sepakat dengan sikap pemerintah yang melarang KPK mengumumkan calon kepada daerah yang jadi tersangka kasus korupsi. Sejumlah lembaga negara bahkan menggelar rapat dan meminta KPK tidak melakukan hal itu karena dianggap menggangu proses pilkada.</p><p>&ldquo;Semestinya biarkan saja <a title="Sengit! Sudirman Said Serang dengan E-KTP, Ganjar Pertanyakan Datanya" href="http://news.solopos.com/read/20180503/496/914189/sengit-sudirman-said-serang-dengan-e-ktp-ganjar-pertanyakan-datanya">KPK</a> bekerja. Karena tujuan KPK adalah agar masyarakat tidak salah pilih. Karena jika karena calon yang berpotensi jadi tersangka terpilih dan di kemudian hari menjadi tersangka maka yang rugi adalah masyarakat banya,&rdquo; imbuh Sudirman.</p><p>Sementara itu, Ratna Sarumpaet meminta masyarakat tidak tinggal diam dan proaktif mencari tahu tentang status <a title="Mantan Koruptor Boleh Nyaleg? Nasibnya Ditentukan Hari Ini" href="http://news.solopos.com/read/20180522/496/917656/mantan-koruptor-boleh-nyaleg-nasibnya-ditentukan-hari-ini">calon kepala daerah yang dikait-kaitkan dengan kasus korupsi.</a></p><p>"Kalau perlu datangi KPK tanyakan mengenai kemungkinan kasusnya seperti apa agar mendapat kejelasan. Jika berpotensi tersangkut ya jangan dipilih," ujar ibu dari aktris Atiqah Hasiholan itu.</p><p>Sedangkan Rocky Gerung menilai yang dibutukan Indonesia saat ini adalah <em>leadership</em> bukan <em>dealership.</em></p><p>&ldquo; Seorang <em>leader </em>harus cerdas dan memiliki hati nurani. Kalau<em> dealer </em>&nbsp;kerjanya hanya bagi-bagi saja, urusannya teknis. Visinya tidak ada. Indonesia butuh jalan pikiran, bukan jalan tol,&rdquo; jelas mantan dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia dan pendiri Setara Institute itu.</p><p><a href="http://semarang.solopos.com/"><strong><em>KLIK</em></strong></a><em><strong> dan </strong></em><a href="https://www.facebook.com/SemarangPos"><strong><em>LIKE</em></strong></a><em><strong> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten