Tutup Iklan

Sudah Tahu Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Jadi Ikon PON Papua? Arie Kriting Protes

PB PON menunjuk Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sebagai ikon PON XX Papua yang berujung kontroversi. Arie Kriting menyebut seharusnya orang Papua yang mengemban jadi ikon.

 Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. (Instagram-@raffinagita1717)

SOLOPOS.COM - Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. (Instagram-@raffinagita1717)

Solopos.com, JAKARTA -- Event olahraga multi cabang terbesar di Indonesia, Pekan Olahraga Nasional (PON) kali ini akan digelar di Papua pada 2-15 Oktober 2021. Menjelang event empat tahunan itu digelar, kontroversi hadir.

Hal ini menyangkut penunjukkan selebritas papan atas Tanah Air, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, menjadi ikon PON XX Papua.

Protes disampaikan stand up komedian, Arie Kriting. Melalui akun Instagramnya, ia mengkritisi penunjukkan Nagita sebagai ikon PON XX Papua. Ia mengunggah tangkapan layar Nagita yang mengenakan pakaian tradisional Papua sekaligus menuliskan pendapatnya terkait penunjukan Nagita sebagai Ikon PON Papua.

Ia menjelaskan bahwa penunjukan Nagita sebagai ikon pada akhirnya akan mendorong terjadinya cultural appropriation. Seharusnya sosok perempuan Papua, dipresentasikan langsung oleh perempuan Papua. Unggahan itu pun lantas menjadi sorotan publik.

Baca Juga: Ikuti Jejak Raffi Ahmad, Gading Marten Akuisisi Persikota Tangerang

Panitia Besar PON pun langsung merespons. Menurut Ketua II PB PON, Roi Letlora, salah satu alasan memilih Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sebagai ikon PON Papua adalah karena mereka memiliki jumlah follower yang banyak.

Roi sendiri mengaku sudah mengetahui bahwa penunjukan Raffi-Nagita menjadi sorotan. Tapi pihak PB PON disebutnya punya pertimbangan di balik pemilihan itu, apalagi Raffi Ahmad-Nagita disebutnya jadi ikon. Sedangkan predikat duta diemban Boaz Solossa.

"Sebenarnya kami pilih Raffi dan Nagita itu untuk tujuan sosialisasi. Sementara yang menjadi duta PON itu ialah Boaz Solossa. Kami menunjuk Boaz karena dia merupakan representasi Papua sebagai tuan rumah," kata Roi, Sabtu (5/6/2021).

Orientasi Marketing

Pemilihan Boaz, sebut Roi, juga melalui tahapan seleksi. Tapi akhirnya Boaz terpilih karena dinilai sebagai putra daerah yang memiliki prestasi bagus dan kehidupan sosial yang baik.

"Sedangkan Raffi, tadinya hanya Raffi. Tapi kemudian dipaketkan dengan Nagita Slavina. Itu pun dengan tahapan seleksi juga. Kami mencari yang memiliki follower banyak dan punya kapasitas untuk kami pakai sebagai influencer yang bertugas menyosialisasikan PON dalam waktu singkat ini," dia menjelaskan.

Baca Juga: Tak Kena Penyekatan di Jalan, Raffi Ahmad Melenggang Pakai Jet Pribadi

Roi mengaku enggan berdebat dengan Arie Kriting karena perbedaan pandangan keduanya. "Tapi mas Arie tak salah bicara begitu karena dia melihat dari sisi bagaimana keterlibatan orang asli Papua. Sedangkan saya dari sisi bagaimana memasarkan dan sosialisasi PON karena saya yakin sampai detik ini pasti ada orang yang tidak tahu PON itu di Papua," ujarnya.

"Jadi kalau saya mau berdebat dengan mas Arie, enggak akan selesai karena perspektifnya berbeda. Saya melihat dari strategi marketing, dia melihat dari sosial budaya, tak bakal ketemu."

Tanpa Sepengetahuan Pemerintah

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, mengaku bahwa penunjukkan ikon PON XX Papua tanpa sepengetahuan Kemenpora apalagi Presiden. Ia akan berkomunikasi dengan PB PON terkait kontroversi penunjukkan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

"Pertama, publik harus tahu keputusan penunjukan ikon PON bukan oleh pemerintah pusat, oleh Menpora, apalagi jika dikaitkan dengan Presiden. Sama sekali tidak, kami tak tahu menahu. Ini sepenuhnya keputusan PB PON, yang ketuanya Gubernur Papua [Lukas Enembe]," kata Amali dalam jumpa pers virtual, Jumat (4/6/2021).

"Tapi saya kira ini aspirasi masyarakat yang harus saya perhatikan. Saya akan komunikasi dengan PB PON supaya mempertimbangkan lagi daripada ini menjadi kontra yang berkepanjangan," ujar Menpora.

Baca Juga: Seusai Akuisisi Cilegon United, Raffi Ahmad Mau Bangun Sekolah Sepak Bola

"Saya juga akan komunikasi dengan pihak Nagita Slavina dan Raffi Ahmad. Sebenarnya mereka kan profesional saja. Mereka ditunjuk PB PON dan melaksanakan tugas bagaimana sesuai kesepakatannya, tapi kemudian jadi kontroversi," dia menjelaskan.

Menyoal apakah nanti ada pergantian ikon PON Papua, Amali enggan berspekulasi. Sebab, penunjukan ikon dan duta merupakan kewenangan penuh dari panitia besar ajang multievent tingkat nasional empat tahunan tersebut.

"Saya kira kami serahkan kepada PB PON untuk memutuskan. Kami akan kasih masukan lah," ucap Amali tanpa menyebut nama-nama putra putri daerah yang ideal jika Nagita dan Raffi Ahmad diganti.

"Seperti yang saya sampaikan, mungkin saja tujuan mereka kenapa memunculkan figur yang dikenal luas masyarakat supaya publikasi PON jadi masif. Tapi kami akan diskusi, saya bicara dengan ketua hariannya," tegas Menpora.


Berita Terkait

Berita Terkini

Sport Tourism Didorong Jadi Tulang Punggung Pariwisata di Indonesia

Pemerintah konsisten mendorong pengembangan sport tourism menjadi salah satu tulang punggung pariwisata di masa mendatang.

Tanpa Elkan dan Egy, Timnas Indonesia Yakin Cemerlang di Laga Perdana

Salah satu andalan Timnas Asnawi Mangkualam yakin Indonesia akan mendapat hasil memuaskan di laga pertama.

Lolos ke Final Liga 3 Jateng, Persebi Ketemu Lagi dengan Persipa

Persebi Boyolali akan dipertemukan kembali dengan Persipa Pati pada laga final Liga 3 Zona Jateng.

Jos! Persebi Boyolali ke Final Liga 3 Jateng Usai Kalahkan Persak 2-1

Persebi Boyolali memastikan langkahnya ke babak final Liga 3 Zona Jateng setelah menaklukan Persak Kebumen dengan skor 2-1.

Pemain-Pemain Ini Terancam Terdepak dari MU, Siapa Saja?

Sejak kedatangan CR7 pada musim panas 2021, Cavani selalu menjadi pihak yang kalah saing.

Hasil Liga 1: Jonathan Cetak Brace, PSIS Taklukkan Persita 3-2

PSIS Semarang meraih kemenangan tipis 3-2 dari Persita Tangerang dalam lanjutan Liga 1 musim 2021-2022.

Ini Jadwal Pertandingan Persis Solo di Babak 8 Besar Liga 2

Persis Solo memastikan lolos sebagai kontestan babak delapan besar Liga 2 2021 di Grup X bersama Sriwijaya FC, RANS Cilegon FC, dan Persiba Balikpapan.

Punya Rekor Apik, Persebi Pede Hadapi Persak di Semifinal Liga 3 Jateng

Persebi Boyolali akan melakoni laga semifinal Liga 3 Jateng menghadapi Persak Kebumen di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang.

Laga Final, Barcelona!

Jika Barcelona kalah dan Benfica menang, mimpi Barcelona lolos ke babak berikutnya harus terhenti.

Menang Adu Penalti, Persipa Pati Kunci Tiket ke Final Liga 3 Jateng

Persipa Pati memastikan lolos ke babak final Liga 3 Jateng setelah mengalahkan PSIP Pemalang melalui drama adu penalti.

Suporter Persis Solo Sambut Baik Liga 2 Disaksikan Penonton

Aulia Haryo mengatakan kuota terbatas jumlah penonton harus disikapi dengan baik oleh wadah organisasi suporter.

Jelang Babak 8 Besar, Persis Solo Harus Lupakan Catatan Buruk 1 Dekade

Skuat Laskar Sambernyawa, julukan Persis Solo, memiliki dua catatan buruk gagal melaju ke babak semifinal setelah tumbang di babak delapan besar dalam satu dekade lalu.

Tekad FC Porto Mendampingi Liverpool

FC Porto juga berupaya menjaga rekor lima kemenangan beruntun di rumah mereka dalam semua ajang.

Gagal ke 8 Besar Liga 2, PSG Pati Lepas Pemain Pilar

Manajemen tim berlogo kuda hitam dikatakannya juga membuka pintu lebar-lebar untuk tim-tim Liga 1 ataupun tim delapan besar Liga 2 2021 yang ingin memakai jasa pemain tim PSG Pati.

Prediksi Persita Vs PSIS: Bangkit atau Kian Terpuruk

Prediksi laga Liga 1 2021 pekan ke-16 antara Persita Tangerang dengan PSIS Semarang akan berlangsung sengit.