Sudah Gelontor Rp10 Miliar, Pemkab Ponorogo Masih Punya Rp85 Miliar untuk Covid-19
Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo Sri Wahyuni membagikan paket sembako kepada masyarakat terdampak saat pandemi Covid-19, Rabu (15/4/2020). (Istimewa/Pemkab Ponorogo)

Solopos.com, PONOROGO — Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah menggelontorkan Rp10 miliar untuk menangani pandemi Covid-19 dan dampaknya. Masih ada Rp85 miliar yang siap disalurkan. Dana senilai itu diambil dari anggaran belanja tak terduga (BTT).

Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono, mengatakan dana Rp10 miliar ini digunakan untuk tiga bidang, yaitu kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan jaminan sosial. “Sampai saat ini kita sudah memakai Rp10 miliar. Pencairannya dalam dua tahap, Rp4 miliar dan Rp6 miliar,” kata dia, dikutip Madiunpos.com dari siaran pers Pemkab Ponorogo, Jumat (29/5/2020).

Terus Bertambah, Kasus Covid-19 di Magetan Paling Mengkhawatirkan di Madiun Raya

Agus menyampaikan total BTT Kabupaten Ponorogo untuk penanganan Covid-19 senilai Rp95 miliar. Awalnya BTT yang tertera dalam APBD 2020 hanya senilai Rp5 miliar. Namun, setelah refocusing dan realokasi anggaran di seluruh dinas dan badan, BTT bisa terkumpul hingga Rp95 miliar.

“Kita dinilai sudah bisa mengantisipasi kondisi ini dengan baik. Sejak awal sudah bisa segera menyisihkan anggaran sampai 50% dari belanja daerah. refocusing dan realokasi kita tepat waktu. Beberapa daerah sampai datang ke kita untuk mempelajari cara kita melakukan itu,” kata Agus yang juga Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Ponorogo.

WFH Para ASN Diperpanjang Hingga Pekan Depan

Dari Rp95 miliar itu, Rp9 miliar di antaranya khusus untuk jaminan sosial. Namun, dana ini belum dikeluarkan meski sudah sejak awal diusulkan. Pemerintah masih menunggu validasi data penerima bantuan.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan anggaran Rp10 miliar yang telah digunakan untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) Covid-19, pemberian honor personel di Pos Siaga Covid-19, biaya persiapan selter Covid-19 di gedung Perpusda. Selain itu untuk membiayai penanganan Covid-19 di rumah sakit dan Dinas Kesehatan.

“Juga untuk membiayai isolasi mandiri di gedung Dinsos dan kecamatan-kecamatan,” jelas Sekda.

Sumber: madiunpos.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho