Sudah Diusulkan, 5.074 Siswa Sukoharjo Belum Dapat Bantuan Kuota Internet, Ternyata Ini Penyebabnya
Ilustrasi pelajar SMP. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sebanyak 32.028 siswa jenjang SMP dan sederajat Sukoharjo diusulkan mendapat bantuan subsidi kuota Internet ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Saat ini, sebanyak 26.954 siswa Sukoharjo sudah menikmati bantuan subsidi kuota Internet gratis. Artinya masih ada 5.074 siswa yang masuk usulan tetapi belum mendapat bantuan tersebut.

Bantuan kuota Internet itu untuk peserta didik jenjang pendidikan anak usia dini PAUD hingga mahasiswa. Bantuan serupa juga untuk para tenaga pengajar agar bisa menunjang penerapan metode PJJ.

Bawaslu Sukoharjo Turun Langsung Cek 100 Data Pemilih Pilkada, Karena Tidak Valid?

Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Warsini, mengatakan setiap sekolah mengusulkan jumlah siswa yang akan menerima bantuan subsidi kuota Internet.

Jumlah siswa yang masuk usul sebagai penerima bantuan kuota Internet gratis sebanyak 32.028 siswa. “Hingga sekarang, realisasi bantuan kuota Internet gratis mencapai 26.954 siswa. Mereka menerima kuota Internet gratis pada beberapa hari lalu,” katanya saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (30/9/2020).

Sebagian siswa belum mendapat bantuan kuota Internet gratis karena masih proses verifikasi nomor ponsel yang aktif. Nomor ponsel yang terdaftar harus aktif atas nama siswa, orang tua, atau walinya.

Pemkot Solo Bangun 26 Halte BST Baru, Separuhnya Pada Jalur Contraflow Jl Slamet Riyadi

Aplikasi Dapodik

Selain itu, pelajar Sukoharjo yang masuk usulan penerima bantuan subdisi kuota Internet juga wajib tercatat dalam aplikasi data pokok pendidikan (dapodik) Kemendikbud.

Setiap siswa mendapat kuota Internet gratis sebesar 35 gigabyte (GB) per bulan. Kuota Internet itu terbagi menjadi 5 GB untuk kuota umum dan 30 GB kuota belajar.

Kuota umum bisa untuk mengakses beragam jenis aplikasi. Sedangkan kuota belajar untuk aktivitas belajar secara dalam jaringan (daring).

Sandiaga Uno, Edo Kondologit, Nico Siahaan, Krisdayanti Bakal Jadi Jurkam Gibran Cawali Solo?

Sementara itu, orang tua salah satu siswa SMPN 1 Sukoharjo, Sutrisno, mengatakan anaknya telah menerima bantuan kuota Internet dari pemerintah pusat. Sutrisno menilai biaya operasional penerapan metode PJJ cukup tinggi.

Ia harus merogoh kocek Rp200.000 untuk membeli kuota Internet setiap bulan. Sutrisno berharap program bantuan kuota Internet gratis bergulir hingga pandemi Covid-19 berakhir.

“Terus terang saya keberatan jika anak saya ikut belajar tatap muka saat masa pandemi Covid-19. Saya khawatir para siswa terinfeksi Covid-19 dan memunculkan klaster baru sekolah,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom