Sudah Ditemukan, Luweng di Sumberagung Wonogiri Diperkirakan Hilang 100 Tahun
Proses pencarian luweng di Dusun Pakem, Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri. (istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI - Mulut luweng sebagai solusi mengatasi banjir kembali ditemukan Dusun Pakem, Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri. Luweng tersebut diperkirakan hilang selama 100 tahun.

Luweng di Dusun Pakem, Sumberagung, Wonogiri, tersebut ditemukan pada Jumat (26/2/2021) sore WIB. Salah satu sukarelawan yang ikut mencari mulut luweng yakni, Sariyono, warga Dusun Digal, Desa Sumberagung, Pracimantoro.

Baca Juga: Sempat Dicurhati Soal Ini, Kades Serenan Klaten Kisahkan Pertemuan Terakhir dengan Sekdes

Ia mengatakan, berdasarkan cerita atau pengakuan sesepuh di desa setempat, luweng yang ditemukan itu sudah hilang selama 100 tahun lebih dua bulan. "Sesepuh yang saya tanyai itu rata-rata berumur 90 tahun," ujar dia.

Salain itu, kata Sariyono, lamanya luweng yang hilang itu juga didasarkan pada sebuah peristiwa pembangunan embung di Dusun Pakem. Saat itu akan dibangun embung di Pakem, namun upaya itu gagal. Air justru menggenangi ladang warga dan menutup mulut luweng.

"Para sesepuh ingat dari peristiwa itu. Kalau digali, di tumpukan luweng yang hilang itu berisi tanah dan batu, ada bekas sampah juga," ujar dia.

Saat ini, lanjut Sariyono, luweng di Pakem dibiarkan sekaligus dites sembari menunggu hujan deras. Jika nanti sudah diguyur air hujan, di mulut luweng akan dibuat bronjong kawat untuk mencegah penumpukan sampah.

Baca Juga: Motor Sekdes Ditemukan di Jembatan Grogol Sukoharjo, Pemdes Serenan Klaten Deg-degan

Camat Pracimantoro, Warsito, membenarkan penemuan luweng di Dusun Pakem, Sumberagung. "Benar, sudah ditemukan [mulut luweng yang dicari]. Ditemukan para sukarelawan di dekat bukit," kata saat dihubungi Solopos.com, Senin (1/3/2021).

Warsito mengatakan pencarian luweng di Pakem itu cuma membutuhkan wakti tiga hari. "Kami berharap dengan adanya beberapa penemuan luweng di daerah kami bisa mengatasi banjir yang setiap tahun melanda," lanjut Warsito.



Berita Terkini Lainnya








Kolom