Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, meresmikan Lapangan Pancasila di Kota Salatiga, Jumat (17/1/2020). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SALATIGA  Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, meresmikan Lapangan Pancasila yang baru saja direvitalisasi, Jumat (17/1/2020). Kendati sudah diresmikan, lapangan yang terletak di pusat Kota Salatiga itu belum bisa digunakan. Rumput yang dipasang di lapangan tersebut masih baru dan butuh waktu enam bulan untuk tumbuh.

Bahkan, seng penutup pun masih mengelilingi lapangan itu, pertanda belum bisa digunakan secara maksimal. "Seng belum dibuka karena menunggu rumput yang butuh waktu enam bulan. Mungkin sekitar tiga bulan lagi sudah bisa. Kalau hanya untuk olahraga, monggo dipersilakan asal tidak di area rumput," ujar Yuliyanto seusai meresmikan Lapangan Pancasila.

Yuliyanto mengatakan revitalisasi Lapangan Pancasila dilakukan secara menyeluruh. Revitalisasi mulai dari rumput lapangan, jogging track, monumen, hingga penambahan alat kebugaran atau fitnes. "Ini aset Salatiga yang harus dijaga, tidak hanya oleh pemerintah tapi juga masyarakat," ujar Yuliyanto.

Tak hanya fasilitas untuk olahraga, Lapangan Pancasila Salatiga juga dilengkapi dengan kamera closed circuit television atau CCTV. Hal itu guna mengawasi adanya tindak kejahatan, termasuk pelaku vandalisme di kawasan sekitar Lapangan Pancasila.

"Dengan adanya CCTV ini, jika ada yang berniat tidak baik bisa terpantau dan berurusan dengan hukum," jelasnya.

Yuliyanto mengatakan saat ini Pemkot Salatiga gencar dalam membangun taman untuk menambah ruang terbuka hijau (RTH). Selain itu, untuk mengembalikan Kota Salatiga yang sejuk sehingga masyarakatnya menghirup oksigen yang berkualitas baik.

Yuliyanto menambahkan nantinya Lapangan Pancasila hanya digunakan untuk upacara dan peringatan hari besar keagamaan. Sementara untuk pertunjukan, akan dipusatkan di lapangan komplek Taman Wisata Sejarah Salatiga (Wisesa).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga, Prasetyo Ichtiarto, mengatakan RTH saat ini baru sekitar 16,5%. "Tapi kalau lahan pertanian masuk, RTH sudah 24%, hanya kurang 6% dari kondisi ideal," jelasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten