Tutup Iklan
Sudah Buka 2 Pekan, Objek Wisata di Klaten Ditutup Lagi, Kenapa?
Bendungan Karangkendal (BKK) Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang, Klaten. (Solopos/Taufik Sidik)

Solopos.com, KLATEN — Objek wisata di Klaten ditutup lagi setelah sempat dibuka dua pekan. Hal itu menyusul perkembangan kasus Covid-19 di kabupaten itu yang masih tinggi.

Objek wisata yang sempat dibuka tersebut adalah Bendungan Karangkendal (BKK) Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang, Klaten. Penutupan dilakukan sejak Minggu (21/6/2020) malam.

Sebelumnya objek wisata di Klaten itu sempat dibuka sekitar dua pekan selama masa pandemi. Selama pembukaan itu, BKK ramai didatangi pengunjung terutama saat akhir pekan.

New Normal, UMKM Sukoharjo Digenjot Pemasaran Online

Kepala Desa Kendalsari, Supadi, mengatakan akses masuk ke BKK sudah ditutup portal guna menghalangi pengunjung masuk ke lokasi.

Selain itu, pemerintah desa menempatkan petugas di pintu masuk guna mengantisipasi pengunjung yang nekat menerobos masuk ke objek wisata tersebut.

“Memang sebelumnya banyak pengunjung. Tetapi dikarenakan virus corona yang saat ini semakin memburuk, kami dari perangkat desa untuk berinisiatif melakukan penutupan sementara hingga kondisi Klaten terbebas dari Covid-19,” urai dia saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2020).

Mantap! Kontraktor Turki Berminat Garap Proyek Ibu Kota Baru

Terapkan Protokol Kesehatan

Pembukaan objek wisata di Klaten itu sebelumnya dilakukan menyusul pemerintah berencana memberlakukan skenario kenormalan baru. Beroperasinya BKK selama dua pekan tersebut dengan menerapkan pengecekan suhu tubuh setiap pengunjung sebelum masuk hingga kewajiban mengenakan masker.

“Sebenarnya kami batasi hanya untuk pengunjung lokal. Ternyata banyak pengunjung yang datang dari luar daerah,” ungkapnya.

Supadi menjelaskan BKK merupakan kawasan objek wisata di Klaten yang menawarkan keindahan alam berlatar belakang Gunung Merapi.

Mantap! Kontraktor Turki Berminat Garap Proyek Ibu Kota Baru

Di tempat itu terdapat embung yang berfungsi untuk tempat penampungan air. Belakangan kawasan tersebut dikembangkan pemerintah desa menjadi objek wisata yang menarik dikunjungi.

“BKK itu alami, bukan buatan manusia dan sudah ada sejak nenek moyang kami. Kemudian akhir-akhir ini kami musyawarah dengan BPD untuk membangun kawasan tersebut menggunakan dana desa serta aspirasi. Rencananya di sana akan dilengkapi motor ATV yang bisa untuk mengelilingi objek wisata dari Desa Kendalsari, Balerante, hingga Sidorejo,” tutur dia.

Jalanan Klaten Mulai Ramai, Pedagang Angkringan Bisa Senyum Lagi


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho