Sudah Beriklan di Medsos Tapi Belum Closing, Lakukan Tips Ini!
Webinar UMKM Virtual Expo 2020 yang diselenggarakan Solopos dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Kamis (13/8/2020). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) terkadang merasa kesulitan untuk memasarkan produk mereka melalui platform media sosial atau medsos.

Meski sudah mengeluarkan uang untuk beriklan di medsos, produk mereka ternyata belum laku terjual.

Hal itu mengemuka dalam webinar keenam UMKM Virtual Expo 2020 yang diselenggarakan Solopos bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo pada Kamis (13/8/2020).

Webinar itu menghadirkan pembicara konsultan digital marketing, Andika Nur Satya.

Pada webinar yang dipandu Pemimpin Redaksi Solopos, Rini Yustiningsih, Andika menjelaskan bagaimana kiat sukses memasarkan produk melalui platform media sosial seperti Facebook dan Instagram.

Andika menjelaskan berdasar survei dari We Are Social yang berkantor pusat di Singapura, jumlah pengguna aktif Instagram di Indonesia mencapai 160 juta. Jumlah itu belum termasuk pengguna pasif Instagram.

Bukan 12 Juta, Tahap I Bantuan Produktif Hanya untuk 9,1 Juta UMKM

Rata-rata pengguna instagram itu berusia 25-40 tahun. Dengan situasi itu, Instagram dipandang sebagai salah satu platform media sosial yang bisa mendukung tumbuh kembang bisnis UMKM.

Andika tidak memungkiri masih banyak UMKM yang belum memahami bagaimana cara memaksimalkan pendapatan mereka melalui platform media sosial seperti Instagram Ads. Hal itu juga menjadi pertanyaan salah satu peserta webinar.

Meski sudah memasang iklan di Instagram Ads, pemasaran produk merek belum maksimal sehingga mereka belum mendapatkan pendapatan sesuai harapan.

“Perbaiki dulu kontennya, pilih target yang tepat dari iklan itu. Apakah target diarahkan langsung melalui nomor WA atau ke market place. Kalau produknya berupa makanan, saya sarankan membuat website khusus untuk penawaran. Sudah pasang iklan tapi tidak closing, bisa jadi karena tidak meng-update konten. Update lah IG minimal tiga kali sehari. Jadi, aktif tidak konten IG itu tentu berpengaruh terhadap hasil penjualan,” ucap Andika.

Memaksimalkan Bisnis yang Digeluti

Andika sangat menyarankan UMKM menjual produknya melalui akun Instagram bisnis, bukan akun personal, apalagi diprivat. Dengan akun Instagram bisnis, pelaku UMKM akan mendapat update fitur terkait cara memaksimalkan bisnis yang digeluti.

Dia juga merekomendasikan pembuatan kalender usaha di sosial media. Tema konten dalam IG itu bisa disesuaikan dengan hari-hari tertentu sesuai dengan satu tahun kalender.

“Bikin sendiri konten itu. Buat gaya tulisan sendiri. Buatlah beberapa draf terlebih dahulu. Taruh hal-hal penting di awal. Masukkan 10-15 hashtag. Buatlah hashtag yang unik dan kreatif. Seperti halnya Tokopedia dengan hastag #cobaajadulu. Posting-lah di waktu yang tepat, kalau saya biasa posting pagi, saat istirahat siang, atau malam hari saat warga mau beristirahat,” papar Andika.

Pakar Ekonomi Ini Ramal Pertumbuhan Ekonomi 2020 Minus 2,2 Persen

Selain menggunakan Instagram Ads, beberapa langkah bisa dilakukan guna meningkatkan engagement. Andika menyarankan pelaku UMKM membuat konten yang bisa disimpan oleh follower, terbuka mengenai bisnis, berbagi data, hingga bekerja sama dengan influencer.

“Kalau tidak bisa desain, jangan dipaksakan. Kita bisa pakai template yang sudah ada atau bekerja sama dengan influencer. Sekarang ada banyak influencer yang mau diajak kerja sama dengan tarif murah,” ucapnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom