Sudah 2 Orang Meninggal Dunia Saat Observasi Virus Corona di Indonesia
Simulasi penanganan virus corona di Bandara Adi Soemarmo, Jumat (7/2/2020). (Istimewa/PT AP I Bandara Adi Soemarmo Solo)

Solopos.com, BATAM -- Sudah ada dua orang yang meninggal dunia di Indonesia saat menjalani karantina suspect virus corona. Kasus pertama terjadi di Batam, sedangkan kasus kedua terjadi di RSUP dr Kariadi, Semarang.

Dinas Kesehatan Kota Batam Kepulauan Riau memastikan seorang warga negara asing berinisial ALS yang meninggal dunia di Batam sepekan lalu, bukan karena terpapar virus corona COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi di Batam, Jumat (28/2/2020), menyatakan WNA itu sempat menjalani tes virus corona, namun hasilnya negatif. Dengan begitu yang bersangkutan tidak meninggal karena COVID-19.

Calon Terkuat Pilpres 2024, Prabowo Subianto Klaim Masih Ingin Bantu Jokowi

"Hasilnya sudah keluar. Hasilnya negatif," kata Didi, dilansir Antara.

WNA yang sempat ditangani di RS Badan Pengusahaan Batam itu memang menderita pneumonia, tapi bukan akibat COVID-19. "Pneumonia sebab lain," kata dia.

WNA itu dikebumikan di Batam karena juga memiliki kerabat di kota itu. Sementara itu, hingga kini tidak ada pasien positif COVID-19 yang terjadi di Kota Batam. Beberapa orang sempat diduga dan dalam pengawasan. Dalam hasil pemeriksaan laboratorium, semuanya negatif.

Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Fadli Zon Tafsirkan Keinginan Ganti Presiden, Ini Faktanya

Sementara itu di Semarang, pasien suspect virus corona yang meninggal dunia saat perawatan di RSUP dr Kariadi sempat menjalani Polymerasi Chain Reaction (PCR).

Dari hasil PCR tersebut, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan pasien tersebut meninggal bukan karena virus corona atau Covid-19 melainkan terkena virus H1N1 OMD 09. Virus tersebut berkaitan dengan penyebaran virus flu Spanyol 1918 atau dikenal dengan flu babi.

4 Spion Mobil Quraish Shihab Digondol Maling, Harganya Senilai Sepeda Motor

"Tetapi jelas hasilnya bukan corona, negatif. Bukan Covid-19. Ketemunya H1N1 flu biasa, di PCR dua kali karena corona negatif, dilakukan PCR berikutnya. Dan kalau H1N1 ada obatnya namanya Oseltamivir ada ketersediaan di Kemkes ada." beber Terawan dikabarkan Detik.com, Kamis (27/2/2020).

Setelah menjalani PCR, pasien tersebut juga melakukan uji dengan metode swab yang hasilnya dikirim ke Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

SOLOPOS TV



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho