Tersangka kasus ibu aniaya anak hingga meninggal Siti Wakidah, 30, digiring petugas saat rekonstruksi di rumahnya di Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali, Selasa (13/8/2019). (Solopos-Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, BOYOLALI — Proses reka ulang kasus ibu di Boyolali menganiaya anak sendiri hingga meninggal dunia, Selasa (13/8/2019), rampung sekitar pukul 10.20 WIB.

Pada rekonstruksi itu, tersangka Siti Walidah, 30, memeragakan 10 adegan penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa Fadli Fabian Saputra, 6, yang tak lain adalah anak kandungnya.

Selama proses rekonstruksi kasus ibu aniaya anak hingga meninggal yang digelar Polres Boyolali di rumah pelaku di Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali, mulai pukul 09.50 WIB hingga rampung, tak tampak kehadiran suami pelaku yang juga ayah tiri korban, Iwan.

Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro membenarkan informasi bahwa Iwan tidak hadir di lokasi. “Iya, suaminya tidak ada di sini karena alasan pekerjaan,” ujarnya didampingi Kasatreskrim Iptu Mulyanto di sela-sela rekonstruksi.

Menurut Kapolres, berdasarkan pemeriksaan terhadap tersangka dan sejumlah saksi, Iwan memang tidak terlibat dalam kekerasan yang menyebabkan Fadli Fabian Saputra meninggal. Selain itu, ungkap Kapolres, saat kekerasan terjadi Iwan juga tidak sedang berada di rumah. 

Ketidakhadiran Iwan dalam proses rekonstruksi ibu aniaya anak hingga meninggal di Boyolali ini disayangkan sejumlah warga yang ikut mengamati jalannya rekonstruksi.

Yanto, 39, salah satu tetangga Iwan mengatakan, semestinya Iwan berada di lokasi untuk memberikan dukungan moril kepada sang istri.

“Meskipun tidak mendampingi istri secara langsung [dalam rekonstruksi], mestinya dia menampakkan diri lah,” yang Yanto juga teman kecil Iwan.

Tetangga lainnya, Budi Utomo, 32 mengatakan hal senada. Menurutnya, musibah yang menimpa keluarganya semestinya menjadi perhatian Iwan.

“Heran juga kenapa dia tidak datang,” ujar Budi Utomo.

Yanto dan Budi mengatakan bahwa Iwan sebenarnya masih berada di sekitar Ampel, tidak berada di luar kota. 

“Iwan sering kelihatan bersama perempuan lain di Pasar Ampel. Tidak tahu dia siapa dan statusnya bagaimana. Tapi katanya, anak-anak mereka [Iwan-Siti] kini dirawat juga sama perempuan itu,” kata Yanto diiyakan Budi. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten