Tutup Iklan
Suami Istri Asal Mojosongo Solo Positif Covid-19, Ada Riwayat Ke Surabaya
Ilustrasi hasil tes Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, SOLO -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo mencatatkan tambahan dua kasus terkonfirmasi positif Covid-19 asal Mojosongo, Jebres, Jumat (10/7/2020).

Keduanya adalah sepasang suami istri asal Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres. Mereka sebelumnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di salah satu rumah sakit (RS) swasta sejak Senin (6/7/2020).

Tambahan dua kasus ini muncul setelah kurang lebih delapan hari Solo tanpa tambahan kasus baru positif Covid-19.

Strategi Paslon Independen Bajo di Pilkada Solo: Sekasur Sedapur Sesumur, Apa Sih Artinya?

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan saat ini seluruh kontak erat dan dekat kedua pasien positif Covid-19 asal Mojosongo itu sudah dimita karantina mandiri. Jumlahnya ada empat orang termasuk anak mereka yang ternyata juga memiliki riwayat perjalanan yang sama.

“Kondisi klinis kesehatan keduanya baik meski menjalani rawat inap ya. Umur istrinya 49 tahun dan suaminya 54 tahun. Mereka memiliki riwayat perjalanan ke Surabaya,” jelas Ning, sapaan akrabnya, saat dihubungi Solopos.com, Jumat.

Ning mengatakan dengan tambahan dua kasus baru itu, data kumulatif pasien positif Covid-19 di Solo menjadi 45 orang. Perinciannya, empat dirawat inap, empat meninggal dunia, dan 37 orang sembuh.

Update Covid-19 Indonesia 10 Juli: Pasien Positif Tambah 1.611, Total Kasus Tembus 72.347

Tambahan satu pasien sembuh baru pada Jumat adalah seorang warga Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan. “Pasien sembuh baru ini bukan kasus induk, dia tertular dari saudaranya, malah sembuh lebih dulu. Riwayat perjalanan dari Semarang,” bebernya.

Pasien Dalam Pengawasan

Ning memerinci empat orang positif Covid-19 yang dirawat inap di Solo adalah dua warga Kelurahan Mojosongo, seorang lansia asal Kelurahan Purwosari, dan seorang warga Kelurahan Jajar.

Selain kasus positif, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) juga terus mengalami peningkatan meski ada juga PDP yang sembuh. Kumulatif pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 292 jiwa.

9 Orang Ditangkap Terkait Meninggalnya Pesilat Remaja Gatak Sukoharjo, Ada Yang Sempat Kabur!

Dari jumlah itu, tinggal sembilan orang yang menjalani rawat inap, 245 sembuh, dan sisanya meninggal dunia. Sementara jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 663 orang, dengan uraian 9 orang menjalani rawat jalan, 9 dalam pemantauan, dan sisanya selesai.

“PDP sembuh pada Jumat ada empat orang, tambahan baru juga empat orang,” jelas Ning.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho