Rekonstruksi pembunuhan Novi Septiyani oleh suaminya, Handoko, 36, di rumah mereka, Desa Kebongulo, Musuk, Boyolali, Jumat (19/10/2018) pagi. (Solopos-Nadia Lutfiana Mawarni)

Solopos.com, BOYOLALI -- Kasus pembunuhan ibu muda Musuk, Boyolali, Novi Septiani, 22, direkonstruksi, Jumat (19/10/2018). Pelaku yang tidak lain adalah suaminya, Handoko, 36, memeragakan adegan demi adegan seputar pembunuhan tersebut di rumah mereka.

Sementara itu, polisi menggunakan UU No. 34/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) untuk menjerat Handoko. 

Pernyataan ini disampaikan Kasatreskrim Polres Boyolali, AKP Willy Budiyanto, mewakili Kapolres AKBP Aries Andhi saat dijumpai wartawan Jumat pagi. “Kami akan kenakan yang pertama adalah undang-undang tentang KDRT,” ungkap Willy.

Rekonstruksi pembunuhan Novi oleh suaminya dilakukan di kediaman mereka, Dukuh Gumukrejo, RT 007/RW 003 No. 332 Desa Kebongulo, Kecamatan Musuk, Boyolali. 

Dalam rekonstruksi tersebut Handoko memeragakan 34 adegan, mulai dia memasuki rumah lewat pintu belakang dalam keadaan mabuk, terjadi cekcok dengan Novi, hingga melakukan kekerasan terhadap istrinya.

Polres Boyolali menerjunkan 40 personel pada rekonstruksi adegan kali ini ditambah personel Polsek Musuk, Koramil, dan Linmas. Turut hadir pengacara Handoko dan perwakilan Kejaksaan Negeri Boyolali. 

Dari adegan yang diperankan Handoko diketahui Novi dibunuh dengan dicekik lehernya. Novi kemudian dipepetkan ke tembok sekitar lima menit lamanya. 

“Akibatnya korban kehabisan napas sesuai. Hal itu sesuai keterangan hasil autopsi yang disampaikan tim Polda Jateng,” kata Willy. 

Dia menambahkan Handoko kemungkinan mengetahui Novi meninggal saat dicekik. Hasil rekonstruksi telah dinyatakan sesuai hasil autopsi tim Polda Jateng, dua pekan lalu. 

Willy mengatakan tidak ada temuan baru dari rekonstruksi ini. Berkas kasus Handoko akan dilimpahkan ke Kejari setelah lengkap.

Seorang saksi, Marjoko, 48, menambahkan saat pembunuhan terjadi dirinya mendengar suara Handoko menangis. Dia kemudian masuk ke rumah dan mendapati Novi tengkurap di salah satu sudut ruang tamu. 

“Pas saya bangunin [Novi] enggak bangun, terus saya pegang kakinya ternyata sudah kaku dan mendingin,” imbuh dia. 

Marjoko keluar rumah untuk mencari bantuan beberapa tetangga yang langsung berdatangan. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. 

Saat kejadian putri Novi, L, 4, menangis di dekat ibunya. Seperti diberitakan sebelumnya pembunuhan terhadap Novi terjadi pada Minggu (30/9/2018) malam. 

Saat itu Handoko pulang ke rumah sekitar pukul 22.00 WIB selepas berkaroke di kawasan Boyolali Kota. Saat Handoko pulang, Novi menanyakan penyebabnya pulang terlalu malam. 

Terlebih saat itu dari tubuh Handoko tercium bau minuman keras. Namun pertanyaan itu disambut kemarahan Handoko sehingga terjadilah cekcok yang disaksikan anak mereka. 

Cekcok itu berujung pada Novi yang mengetahui suaminya selingkuh dengan perempuan lain dan terjadilah pembunuhan. 

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten