Struktur Bangunan Rumah Sakit Lapangan Vastenburg Solo Sudah 75 Persen
Personel TNI mendirikan tenda untuk rumah sakit lapangan di Benteng Vastenburg, Kelurahan Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Senin (25/1/2021). (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO -- TNI Angkatan Darat (AD) mempercepat pembangunan rumah sakit lapangan (Rumkitlap) di Benteng Vastenburg, Kelurahan Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Senin (25/1/2021).

Personel TNI telah mendirikan 18 bangunan tenda yang masing-masing memiliki luas 6 meter x 10 meter x 3,3 meter. Sedangkan dua tenda terakhir yang akan dibangun memiliki luas 6 meter x 12 meter untuk ruang isolasi dengan bertekanan negatif.

Pantauan Solopos.com, kontainer berisi material tenda dan alat kesehatan berada di sisi pintu barat Benteng Vastenburg. Sedangkan petugas mendirikan tenda di sisi utara. Sebuah forklift atau truk garpu untuk memindahkan material hanya diparkir.

Puluhan anggota TNI serta PMI terbagi dua regu, masing-masing bertugas mengangkat material tenda kontainer. Dibawa ke lahan yang akan didirikan rumah sakit lapangan. Sedangkan satu kelompok merangkai bangunan tenda.

Baca juga: Miris, Seribuan Puntung Rokok Ditemukan di Dua Taman Kota Solo

TNI mengklaim, tenda yang dibangun memberikan keamanan bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 karena tahan cuaca. Petugas memasang dua lapis terpal dan akan memasang pendingin udara.

Belum ada peralatan medis yang terpasang di dalam tenda di rumah sakit lapangan. Karena petugas fokus mendirikan rangkaian tenda. Di bagian interior, hanya rangkaian lampu yang sudah terpasang di kanan dan kiri kerangka tenda. Lantai tenda terasa lembut atau tidak keras karena dilapisi matras tebal. Semua tenda tersambung melalui pintu penghubung di bagian tengah. Solopos.com selama menyusuri lorong tenda mencium bau kha yang menandakan semua material merupakan barang baru.

Tim Khusus

Supervisor Vendor rumah sakit lapangan, Indra Lubis menjelaskan progres struktur bangunan mencapai 75 persen siang kemarin. TNI akan membangun struktur dalam setelah seluruh struktur bangunan rampung serta tersambung listrik.

“Interior tergantung tipe tenda karena ada ruang isolasi, laboratorium, dan radiologi. Semua alat kesehatan sudah datang tapi kami belum membuka sama sekali. Kemungkinan besok bisa memasukkan alat kesehatan,” kata dia.

Baca juga: Alhamdulillah, 8 Santri Ponpes di Colomadu Sembuh dari Covid-19

Menurut Indra, tahap finishing dan mengatur alat kesehatan merupakan proses paling menantang. Karena harus memastikan kerapatan tenda supaya tidak bocor serta alat berfungsi dengan baik. Ada tim khusus dari Jakarta menuju Solo untuk membantu mengatur alat untuk rumah sakit lapangan. Mereka berangkat sore kemarin.

“Cuaca menjadi hambatan [berdampak pada kontur tanah]. Seharusnya forklift bisa dioperasikan jadi pekerjaan bisa lebih cepat,” paparnya.

Danrumkitlap Letkol Ckm Ardianto Purnomo, menjelaskan fasilitas rumah sakit lapangan sama seperti fasilitas RS untuk merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Rumkitlap untuk merawat orang tanpa gejala ringan hingga sedang.

Baca juga: Bonbin Jurug Solo Tak Terima Wisatawan Mulai 1 Februari 2021

Dilengkapi PCR

Laboratoium dilengkapi alat uji PCR tapi hanya untuk pasien Rumkitlap saja, tidak untuk mendukung fasilitas layanan kesehatan sekitar. Sedangkan nakes yang bertugas dari RST Slamet Riyadi dan tidak menutup kemungkinan terbuka untuk nakes bantuan.

“Kami tidak menutup kemungkinan nakes dari Jakarta atau sukarelawan dari Jakarta,” katanya. Dia menjelaskan, sudah memiliki nakes untuk memenuhi kebutuhan psikiatri yang menangani atau mengatasi psikologi pasien.

Sementara itu, untuk menjamin operasional rumah sakit lapangan tidak mengganggu kawasan pelayanan publik dan pusat ekonomi sekitar. Danrumkitlap memastikan setiap tenda memiliki fasilitar hepa filter serta pengelolaan limbah medis bersama pihak ketiga yang menangani limbah di RST Slamet Riyadi.

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom