Stok Vaksin Menipis, Pemkot Semarang Kurangi Pelayanan Vaksinasi Covid-19

Pemkot Semarang mulai menghadapi kendala menipisnya stok vaksin di tengah upaya percepatan vaksinasi Covid-19.

 Astra Group Jawa Tengah melaksanakan program Vaksinasi Covid-19 bagi 19 perusahaannya, dimulai dari wilayah Semarang dan sekitarnya. (Istimewa) 

SOLOPOS.COM - Astra Group Jawa Tengah melaksanakan program Vaksinasi Covid-19 bagi 19 perusahaannya, dimulai dari wilayah Semarang dan sekitarnya. (Istimewa) 

Solopos.com, SEMARANG – Harapan Pemkot Semarang agar herd immunity atau kekebalan kelompok segera terbentuk tampaknya masih jauh dari kenyataan. Percepatan vaksinasi Covid-19 yang jadi tumpuan di Kota Semarang justru menghadapi hambatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, dr. Mochamad Abdul Hakam, mengaku pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk menggenjot vaksinasi. Upaya itu mulai dari memaksimalkan layanan puskesmas, membuka belasan sentra vaksinasi, hingga mendatangi rumah-rumah penduduk yang akan divaksin.

Meski demikian, upaya itu mengalami kendala di lapangan. Kendala tak lain adalah menipisnya ketersediaan vaksin yang dimiliki Kota Semarang.

Alhasil, Pemkot Semarang pun harus menutup sejumlah layanan vaksinasi yang sebelumnya dibuka. Ada 3 sentra vaksinasi dan 7 puskesmas yang menyetop layanan vaksinasi karena tak adan stok vaksin. Sementara 16 puskesmas juga hanya melayani vaksinasi dosis kedua.

Baca Juga: Menengok Industri Batik di Kampung Batik Semarang, Lokasinya di Dekat Kota Lama

“Saat ini ketersediaan vaksin Kota Semarang tinggal 38.050 dosis, yang perkiraannya hanya cukup untuk 2 hari ke depan. Kita masih menunggu distribusi vaksin dari provinsi yang berasal dari pusat, di mana pusat juga belum 100% ready,” ujar Hakam dalam keterangan resmi yang diterima Solopos.com, Selasa (27/7/2021) malam.

Meskipun begitu, Hakam pun meyakinkan Pemkot Semarang tetap membuka pendaftaran vaksinasi secara online. Nantinya, pendaftar akan difasilitasi vaksinasi sesuai ketersediaan stok.

“Akhirnya kami siasati dengan menyiapkan mekanisme pendaftaran secara online. Kami jadwalkan sesuai dengan ketersedian vaksin yang ada,” tekannya.

Baca Juga: Mahasiswa Ini Dihantui Kepala Melayang di Kamar Kostnya

Tak Ada Stok

Di sisi lain, Hakam sendiri menuturkan masih berharap bisa mendapatkan buffer stock dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Terpisah, Kepala Dinkes Jateng, dr. Yulianto Prabowo, tak menampik kesulitan untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi di Kota Semarang.

“Kalau ada kita bagi, sekarang enggak ada [stok vaksin]. Sudah kita distribusikan semua,” tutur Yulianto.

Yulianto mengaku saat ini hanya mendapat alokasi vaksin dari pemerintah pusat sekitar 500.000 dosis per pekan. Itu pun sekitar 60-65% merupakan jatah TNI-Polri.

Baca Juga: Beredar Kabar Nakes RSUD Ambarawa Ditusuk Keluarga Pasien Covid-19, Ini Klarifikasi Polda Jateng

“Vaksinnya saja 500.000 dosis per pekan, ya menyesuaikan. Kalau vaksinnya sepekan 2 juta, kita bisa habiskan. Kalau 500.000 dosis yang seusai yang ada saja,” terangnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Achmad Husein, Bupati Banyumas yang Dapat Gelar Pangeran dari Keraton Solo

Achmad Husein adalah Bupati Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang mendapatkan gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Adipati Purbowinoto dari Kesunanan Surakarta.

Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Cilacap, Presiden Jokowi Ingatkan Warga Taat Prokes

Presiden Jokowi mengingatkan warga tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun telah mengikuti vaksinasi Covid-19.

Waduh! 9 Daerah di Jateng Endemis Penyakit Kaki Gajah, 6 di Pantura

Sembilan kota dan kabupaten di Jawa Tengah tercatat menjadi daerah endemis filariasis atau dikenal sebagai penyakit kaki gajah.

Banyak Anak Jateng yang Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19, Jumlahnya Bikin Sedih

Perlu adanya sinergi berbagai potensi masyarakat untuk menyelamatkan masa depan anak-anak terdampak Covid-19.

Guru dan Siswa Terpapar Covid-19, 8 SD-SMA di Blora Batal PTM

Kasus di delapan sekolah di Blora itu bukan merupakan klaster penyebaran Covid-19, karena ditemukan saat screening sebelum PTM.

Petani Jambu Air Di Grobogan Ini Namanya Mirip Nama Penyanyi Indonesia

Pembeli datang ke kebun jambu air di Desa Watupawon, Kecamatan Penawangan, Grobogan, petik langsung sambil selfi atau swafoto.

Ini Lho, Bandar Arisan Online Salatiga Tertangkap

Bandar arisan di Salatiga yang dicari karena membawa kabur uang hingga miliaran rupiah milik peserta akhirnya ditangkap polisi.

Unik! Kuliner Soto Bancar Khas Purbalingga Topping Bakso & Saus Kacang

Kuliner khas Purbalingga berupa Soto Bancar memiliki keunikan dengan sajian soto lainnya, yakni tambahan saus kacang, bakso, dan kerupuk merah putih dalam penyajiannya.

UKSW dan TNI Gelar Vaksinasi Massal Bagi Pelajar dan Masyarakat Umum

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kerja sama dengan TNI Komando Daerah Militer IV/Diponegoro menggelar vaksinasi massal di Balairung Universitas

Ganjar Pranowo Emoh Mikir Jadi Capres: Pilpres Urusan Bu Mega

Ganjar Pranowo menegaskan bahwa urusan capres pada Pilpres 2024 merupakan kewenangan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP.

Idza Priyanti, Mantan Dirut Perusahaan Transportasi Tegal yang Kini Jadi Bupati Brebes

Idza merupakan wanita kelahiran Tegal, 9 Januari 1971. Dirinya merupakan Bupati petahana yang memimpin salah satu kabupaten di kawasan pantai utara (pantura) Jawa Tengah sejak 2012.

Ini Daftar Objek Wisata di Jateng yang Wajib Tunjukkan Aplikasi PeduliLindungi

Sudah ada 4 destinasi wisata di Jateng yang mewajibkan wisatawan yang berkunjung menerapkan aplikasi PeduliLindungi.

Bandel Buang Limbah di Bengawan Solo, 31 Perusahaan Kena Sanksi

Sanksi administrasi karena terbukti masih membuang limbah yang tidak memenuhi baku mutu di aliran Sungai Bengawan Solo.

Sakti! Bakul Gorengan di Magelang Ini Balik Masakannya Dengan Tangan

Seirabg penjual gorengan di Magelang mendadak viral setelah aksinya membalik masakannya dengan tangan kosong.

Baznas Banjarnegara Kembali Serahkan Bantuan untuk Masyarakat Rp773 Juta

Pada penyaluran dana kali ini untuk bantuan fakir miskin, menyasar 58 desa yang masuk kategori tertinggal. Per desa dipilih 10 orang sehingga total 580 orang.

KA Kedungsepur dan KA Lokal Cepu Beroperasi Lagi, Ini Syarat Naiknya…

Beroperasinya KA Kedungsepur dan KA Ekonomi Lokal Cepu itu setelah mendapat izin dari Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA).