Pedagang bawang merah, bawang putih, dan cabai di bawah tenda darurat berbentuk payung di Pasar Legi, Solo, Senin (12/11/2018). (Solopos-Ratih Kartika).

Solopos.com, SOLO -- Harga cabai dan bawang di pasar tradisional Kota Solo turun menyusul melimpahnya stok kedua komoditas tersebut pada pertengahan Ramadan ini.

Di sisi lain, para pedagang mengeluhkan jumlah pembeli yang tidak terlalu ramai menjelang Lebaran ini. Pedagang bumbu di Pasar Legi, Sulami, mengatakan harga aneka jenis cabai hampir semuanya turun.

Hal ini lantaran melimpahnya stok komoditas tersebut dalam beberapa pekan terakhir. “Memang dalam beberapa hari terakhir kecuali untuk cabai merah besar, cabai merah keriting, dan cabai hijau besar harganya naik,” ujarnya saat ditemui wartawan, Selasa (21/5/2019).

Sulami memaparkan harga cabai rawit merah kini Rp8.000 per kilogram (kg) atau turun dari sebelumnya Rp11.000. Sedangkan cabai rawit putih relatif murah yakni Rp6.000-Rp7.000/kg. Menurutnya, harga cabai rawit putih ini terbilang stabil murah karena stok mudah didapat dan dipasok dari Boyolali.

Di sisi lain, harga cabai rawit hijau turun menjadi Rp6.000/kg dari sebelumnya Rp7.500/kg. Ini sama dengan cabai botol, yakni Rp6.000/kg dari Rp7.500/kg. Sementara harga cabai merah besar naik menjadi Rp15.000/kg-Rp16.000/kg dari sebelumnya Rp12.500/kg, cabai merah keriting naik dari Rp12.500/kg menjadi Rp15.000/kg, cabai hijau besar dari Rp7.500/kg menjadi Rp10.000/kg.

Namun demikian, turunnya harga cabai ini belum diimbangi dengan naiknya jumlah pembeli. Menurut perempuan asal Delanggu, Klaten, ini pembeli justru sepi dan yang ada juga mengurangi jumlah belanjaan saat Ramadan.

Ia mencontohkan warga yang biasa membeli 2 kg-3 kg menjadi hanya 1 kg. Sementara sekali kulakan ia membeli masing-masing jenis cabai hingga 2 kuintal.

Pedagang bumbu lain, Warsini, mengatakan harga bawang turun drastis. Hal ini berbanding terbalik saat sebelum Ramadan lantaran disetopnya keran impor sehingga komoditas terutama bawang putih harganya melejit. Begitu pula dengan bawang merah yang stoknya kini melimpah sehingga mempengaruhi harga.

“Perkiraan kami karena sekarang stok banyak sehingga harganya menjadi turun dalam dua pekan ini,” katanya.

Warsini menambahkan harga bawang putih kating turun menjadi Rp26.000/kg-Rp27.000/kg, dari sebelumnya Rp45.000/kg-Rp50.000/kg. Sedangkan bawang putih cinco menjadi Rp23.000/kg dari Rp27.000/kg-Rp28.000/kg, bawang merah turun menjadi Rp22.000/kg-Rp23.000/kg dari Rp27.000/kg-Rp30.000/kg, dan bawang bombai turun jadi Rp24.000/kg-Rp25.000/kg dari Rp28.000/kg.

Ia menyayangkan jumlah konsumen yang tak kunjung naik meski pada Ramadan gaya konsumtif masyarakat cenderung naik. Ia memperkirakan animo konsumen bakal naik mendekati Lebaran, sekitar H-7. Maka dari itu, ia pun hanya menyediakan stok 70-90 sak (sekitar 1,5 ton) untuk 2-3 hari.

Sementara itu, harga sembilan bahan pokok (sembako) juga stabil. Pedagang sembako, Devi Luvita, mengatakan beras di angka Rp12.500/kg, minyak goreng Rp10.000/kg-Rp13.000/kg, dan tepung terigu Rp17.000/kg.

Komoditas yang naik adalah gula pasir dari Rp12.000/kg menjadi Rp13.000/kg sejak awal Ramadan. Sementara yang turun adalah telur dari Rp23.000/kg menjadi Rp21.000/kg.

Pedagang sembako lain, Mariam, memaparkan harga telur ayam ras turun sejak tiga hari lalu. Di kiosnya, telur ayam ini dari Rp23.000/kg menjadi Rp20.500/kg. Sementara gula pasir naik dari Rp12.000/kg menjadi Rp13.000/kg.

“Pertengahan puasa ini memang cenderung sepi pembeli. Biasanya mulai ramai sepekan sebelum Lebaran,” jelasnya.



Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten