Ilustrasi dropping air bersih. (Detik-PMI Grobogan)

Semarangpos.com, SEMARANG - Sebanyak empat kabupaten di Jawa Tengah (Jateng) telah mengajukan permintaan bantuan air bersih ke pemerintah provinsi. Hal itu dilakukan karena stok air bersih yang dimiliki sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan pada musim kemarau ini.

"Kabupaten Boyolali, Temanggung, Klaten, dan Pati meminta bantuan air bersih karena sudah tidak mampu lagi untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warganya," kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sudaryanto, Jumat (12/7/2019).

Keempat kabupaten itu, menurut dia, termasuk dalam kelompok 14 kabupaten/kota yang menghadapi kekeringan dan kekurangan air bersih. Sudaryanto mengatakan kabupaten/kota yang dana tanggap daruratnya sudah habis dan tidak punya dana untuk mengatasi dampak kekeringan bisa mengajukan permohonan bantuan air bersih ke pemerintah provinsi melalui BPBD Jawa Tengah.

"Tahun ini kami telah menganggarkan Rp320 juta untuk pengadaan 1.000 tangki air bersih," ujarnya.

Pemerintah Provinsi, BPBD dan dinas terkait di Jawa Tengah sudah memetakan daerah-daerah yang berpotensi menghadapi kekeringan selama musim kemarau tahun ini.

Berdasarkan hasil inventarisasi dan identifikasi yang dilakukan pemerintah provinsi, 1.319 desa di 287 kecamatan di 31 kabupaten/kota di Jawa Tengah rawan mengalami kekeringan. Sebanyak 545.851 keluarga yang terdiri atas 2.056.287 orang di wilayah tersebut sudah menghadapi dampak kekeringan.

Musim kemarau di Jawa Tengah diprakirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga November 2019.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten