Stok Beras untuk Warga Soloraya Cukup Meski Kemarau Panjang

Pasokan beras dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Soloraya ketika terjadi kekeringan akibat kemarau panjang. Bulog Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre III Surakarta mengungkapkan stok beras saat ini mencapai 36.700 ton.

Stok Beras untuk Warga Soloraya Cukup Meski Kemarau Panjang

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pekerja mengusung karung beras di gudang Bulog. (Antara-Heru Suyitno)

Solopos.com, SOLO — Pasokan beras dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Soloraya ketika terjadi kekeringan akibat kemarau panjang. Bulog Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre III Surakarta mengungkapkan stok beras saat ini mencapai 36.700 ton.

Kepala Bulog Subdivre III Surakarta, Mika Ramba Kendenan, mengatakan stok beras sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Soloraya hingga satu tahun ke depan.

“Sampai saat ini memang belum panen. Kami memperkirakan sekitar pekan kedua atau ketiga bulan ini baru panen, itu pun khususnya di Sragen karena sekarang ini musim kemarau. Namun demikian, masyarakat jangan khawatir, meski tidak panen raya, stok beras cukup,” ujarnya, saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (4/9/2019).

Mika memaparkan stok sebanyak 36.700 ton tersebut, 30.000 ton di antaranya merupakan beras medium, sementara sisanya adalah beras premium dan campuran. Ini termasuk cadangan beras pemerintah maupun beras komersial.

Di sisi lain meski kemarau, Bulog tetap menyerap beras dari para petani walaupun volumenya sedikit. Sebagai contoh, pihaknya menyerap beras sebanyak 100 ton pada Senin (2/9/2019), sedangkan pada Selasa (3/9/2019) terserap 65 ton. Dia mengakui Bulog juga pernah mencatatkan hasil serapan nihil pada kemarau ini.

Mika menjelaskan realisasi penyerapan beras mencapai 22.000 per Rabu kemarin. Angka ini baru terealisasi sebesar 29,3% dari target sepanjang 2019 ini, yakni 75.000 ton. Meskipun realisasi penyerapan masih rendah, ia memastikan ketersediaan beras Bulog di wilayah Soloraya dalam kondisi baik, ini sudah termasuk kuota cadangan beras pemerintah sebesar 100 ton/kabupaten atau kota.

“Kami memilih menyerap beras dari petani daripada gabah karena harganya mulai naik. Kalau kami memaksa mengambil gabah, harga jual beras tetap sama, tidak laku,” imbuhnya.

Mika menambahkan harga gabah mulai naik sejak Agustus lalu. Hal itu karena tidak adanya musim panen raya di musim kemarau. Pihaknya mencatat bulan lalu harga gabah Rp4.500–Rp4.700/kg untuk gabah kering panen. Kini harga makin naik hingga Rp5.200/kg.

Untuk diketahui, harga komoditas beras di Bulog yakni beras premium C4 Rp9.750/kg-Rp11.000/kg, mentik wangi polos Rp11.500/kg, beras solo premium Rp9.500/kg–Rp9.800/kg, dan beras medium Rp8.500/kg.

Pada bagian lain, salah satu pedagang beras asal Solo, Soleh, mengaku harga beras relatif stabil, yakni Rp11.000/kg–Rp12.000/kg.

“Stok beras kami juga aman. Sehari toko saya ini bisa menjual sekitar 3 karung ukuran masing-masing 25kg,”jelasnya. 

Berita Terkait

Berita Terkini

Seluruh Wilayah di Yogyakarta Masuk PPKM Level 4

Kegiatan nonesensial masih diwajibkan berlangsung secara virtual, aktivitas esensial diperbolehkan beroperasi sampai 50 persen.

Tekan Kematian Covid-19, Dinkes Jateng Sarankan Isolasi Terpusat

Dinkes Jateng meminta pasien Covid-19 untuk melakukan karantina di tempat-tempat isolasi terpusat yang sudah disediakan pemerintah.

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.

Kasus Covid-19 Tambah 22.404, Jateng Penyumbang Terbanyak

Dari kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 22.404 hari ini, Jateng berkontribusi 3.218.

Lima Makanan dan Minuman Ini Mampu Atasi Dehidrasi

Jangan abaikan rasa haus apalagi di musim kemarau, karena itu salah satu sinyal bahwa tubuh Anda sedang mengalami dehidrasi.

12 Daerah di Jawa-Bali Naik ke PPKM Level 4, Ini Daftarnya

Sebanyak 12 daerah naik ke PPKM Level 4, sembilan daerah turun ke PPKM Level 3, dan satu daerah turun ke PPKM Level 2.