Tutup Iklan
Steker Kulkas Korsleting, Rumah di Ngaringan Grobogan Terbakar
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke bagian atap rumah di Desa Truwolu, Ngaringan, Kabupaten Grobogan, yang terbakar, Jumat (10/7/2020) sore. (Istimewa/Pemerintah Kecamatan Ngaringan)

Solopos.com, PURWODADI – Steker kulkas korsleting, rumah dengan rangka kayu jati dan berdinding tembok milik warga di Dusun Krajan, Desa Truwolu, Ngaringan, Grobogan, terbakar. Kebakaran terjadi pada Jumat (10/7/2020) sekira pukul 17.10 WIB.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa kebakaran tersebut menimpa rumah Munarti, 31, warga Dusun Krajan RT 006/RW 002, Desa Truwolu, Kecamatan Ngaringan. Berawal ketika korban mencium bau seperti kabel terbakar.

“Jadi saat itu Munarti pemilik rumah sedang berada di dalam rumah. Kemudian mencium bau sesuatu yang terbakar,” jelas Camat Ngaringan Widodo Joko Nugroho kepada Solopos.com, Jumat petang.

Giliran Pusdikpom TNI AD Jadi Klaster Covid-19, 99 Personel Positif

Karena curiga, yang bersangkutan kemudian mencari sumber bau kebakaran tersebut. Betapa terkejutnya korban ketika mengetahui bagian belakang rumahnya sudah terbakar. Kontan korban berteriak meminta tolong.

“Korban tinggal berdua dengan anaknya, karena suaminya bekerja di Sulawesi Selatan sudah tiga pekan lalu,” kata Camat Ngaringan.

Teriakan kebakaran dan permintaan tolong korban didengar Waluyo, 48, dan Sujari, 55. Kedua tetangga korban pun langsung mencoba memadamkan kobaran api. Warga lainnya segera menghubungi pemadam kebakaran.

13 Pasien Positif Covid-19 Karanganyar Didominasi Klaster Pemudik Jatim

Kedua saksi dan warga lainnya kewalahan karena api semakin membesar. Beruntung petugas pemadam kebakaran datang dengan cepat. Sehingga kebakaran tidak merambat ke seluruh bangunan rumah. Penyebab kebakaran untuk sementara diduga dari steker dan kabel listrik kulkas yang korsleting.

“Dugaan sementara dari steker kulkas kemudian api menyambar kasur yang ada di dekatnya sehingga api dengan cepat membesar. Namun api berhasil dipadamkan dengan cepat oleh petugas pemadam kebakaran dibantu warga,” kata Camat Ngaringan.

 

Kerugian Rp40 Juta

Kendati api berhasil dipadamkan, lanjutnya, namun kerusakan rumah akibat kejadian tersebut hampir 70% dari keseluruhan bangunan. Sehingga korban mengalami kerugian sekitar Rp40 juta.

Dua Dokter di Semarang Meninggal Karena Covid-19, IDI Minta Tenaga Medis Di-Swab Secara Rutin

Memasuki musim kemarau, sambung Widodo, Ngaringan termasuk rawan air bersih dan kebakaran. Sehingga warga diminta mewaspadai bahaya kebakaran dan memeriksa peralatan listrik di rumah. Juga mematikan kompor atau tungku jika selesai memasak.

“Kebakaran yang terjadi hari ini juga karena kabel yang digunakan tidak standar, sehingga rawan korsleting. Kami minta warga untuk waspada musibah kebakaran selama musim kemarau,” pungkasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho