Status Turun, Karanganyar Kini Masuk Zona Oranye Covid-19
Ilustrasi zona Covid-19. (freepik)

Solopos.com, KARANGANYAR – Kabupaten Karanganyar turun status dari kategori zona merah Covid-19 menjadi zona oranye per Rabu (16/9/2020). Hal tersebut disampaikan langsung Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono.

Kabar tersebut dia sampaikan setelah berkoordinasi secara virtual dengan kepala desa, camat, dan kepala puskesmas se-Karanganyar.

"Kami kan hari ini di zona oranye. Itu artinya [wilayah dengan risiko persebaran Covid-19] sedang," kata Juliyatmono.

Dia menyebut pergerakan kasus dan persebaran Covid-19 yang fluktuatif memengaruhi zonasi. Meski Karanganyar saat ini masuk zona oranye, masyarakat tetap wajib menerapkan protokol kesehatan. Selain itu masyarakat disarankan menunda atau membatalkan pertemuan yang tidak penting.

Angker! Nekat Bengak-Bengok di Girpasang Klaten Bisa Kesurupan, Begini Ceritanya

Sementara itu pemkab bakal mendisinfeksi tempat umum, melakukan tes secara aktif kepada semua orang yang memiliki gejala Covid-19, dan melakukan serangkaian hal lainnya.

"Memperkuat sinergitas hingga tingkat kecamatan, desa, dusun, hingga RW, RT. Perkuat sinergitas untuk memperkecil kasus. Ini kan cukup banyak yang isolasi di rumah. Paling lima hari ini sembuh. Kalau yang di rumah sakit kan harus menyembuhkan penyakit penyerta. Mudah-mudahan semua lekas sehat," jelas dia.

Pada akhir Agustus lalu, tepatnya Senin (24/8/2020), Bupati Juliyatmono sempat menyatakan Karanganyar masuk kategori zona merah Covid-19. Akibatnya, pembelajaran tatap muka yang telah direncanakan pada awal September urung dilakukan.

Rudy Emoh Terapkan PSBB di Solo, Ini Alasannya!

Data yang dihimpun Solopos.com dari akun Instagram Dinkes Karanganyar, hingga Selasa (15/9/2020), total kasus Covid-19 mencapai 389 kasus. Perinciannya 53 orang menjalani perawatan, 317 orang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, dan 19 orang meninggal dunia.

"Saya ingatkan bagi warga yang habis bepergian dari luar kota. Jujur lapor kepada RT atau perangkat desa. Disiplin menerapkan protokol kesehatan. Jangan malah sembunyi-sembunyi. Kalau perlu rapid test atau periksa untuk memastikan sehat. Lurah, kades, perangkat desa, ketua RT, Ketua RW, tokoh masyarakat awasi warga yang mudik atau dari luar kota,” tandasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom