Status Pasoepati Luar Negeri Ikut Dibahas dalam Kongres, Dapat Hak Suara?
Pasoepati Japan saat menggelar perayaan HUT kesembilannya di Tawangmangu, Karanganyar, November 2020 lalu.

Solopos.com, SOLO — Perwakilan Pasoepati di luar negeri dan beberapa provinsi di Indonesia bakal diusulkan menjadi duta besar (dubes) dalam Kongres VIII, 10 Januari 2020 mendatang.

Saat ini status mereka masih komunitas suporter sehingga belum mendapatkan hak suara dalam kongres. Namun Pasoepati memastikan perubahan status menjadi dubes baru akan ditetapkan usai pemilihan.

Langkah itu diambil agar tak memantik kekisruhan soal jumlah suara dalam kongres. Sebagai informasi, komunitas Pasoepati di luar negeri tersebar di Jepang, Korea Selatan dan Malaysia. Di dalam negeri, komunitas Pasoepati berada di Jawa Timur, Batam dan Kalimantan Selatan.

Masih Zona Merah, Penutupan Objek Wisata dan Ruang Publik di Wonogiri Bisa Diperpanjang

Ketua Majelis Pasoepati, Ekya Sih Hananto, mengatakan keenam komunitas suporter tersebut telah diusulkan menjadi dubes. Dalam AD/ART Pasoepati, setiap dubes memiliki satu suara dalam kongres.

“Memang sudah diajukan, di Kongres VIII nanti juga akan dibahas. Namun perubahan status mereka sementara ditunda dulu sampai selesai kongres. Kami tidak mau ada salah paham di antara pasangan calon apabila perubahan status itu terjadi ketika kongres atau mendekati kongres,” ujar Ekya saat dihubungi Solopos.com, Minggu (3/1/2021).

Kewenangan DPP

Merujuk AD/ART, tak ada persyaratan khusus bagi komunitas untuk ditetapkan sebagai dubes. Penetapan tersebut menjadi kewenangan DPP Pasoepati berdasarkan verifikasi serta usulan dari komunitas/wilayah atau dari DPP sendiri. Ekya mengatakan wewenang perubahan status komunitas Pasoepati berada di tangan pemimpin baru.

“Presiden-wakil presiden terpilih periode 2021-2023 yang akan menetapkan,” ujar Ekya yang juga pengarah Steering Committee Kongres VIII.

Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, mengonfirmasi pengangkatan komunitas Pasoepati menjadi dubes menjadi hak prerogatif presiden baru. “Jadi suara di Kongres VIII nanti tetap dari 17 korwil plus satu dubes,” ujar Rio, sapaan akrabnya.

20.887 Orang Terjaring Operasi Protokol Kesehatan di Solo

Kiprah komunitas Pasoepati selama ini tak bisa dipandang sebelah mata. Pasoepati Jepang yang terbentuk 9 Oktober 2011 sering mengadakan gathering dengan mengundang musisi lokal seperti Endank Soekamti.

Pasoepati Jepang kini sudah memiliki ratusan anggota. Sementara itu Pasoepati Kalimantan Selatan belum lama ini melakukan aksi sosial saat pandemi Covid-19 dengan membuat masker untuk dibagikan gratis pada pedagang pasar dan warga marjinal.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom