Status KLB Corona Kota Solo Dievaluasi Pekan Ini, Lanjut Atau Dicabut?
Ilustrasi keluarga lawan Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, SOLO -- Status kejadian luar biasa atau KLB dan masa tanggap darurat virus corona atau Covid-19 di Kota Solo bakal berakhir 29 Mei mendatang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih terus membahas kemungkinan perpanjangan menyusul melandainya kurva persebaran virus corona di Kota Bengawan. Jika kembali diperpanjang, ini adalah perpanjangan kali keempat sejak 13 Maret lalu.

Pemkot mulai menetapkan status KLB pada Jumat (13/3/2020) kemudian terus diperpanjang beberapa kali. Kali pertama KLB ditetapkan hingga akhir Maret kemudian diperpanjang sampai pertengahan dan akhir April.

Heboh Balon Udara di Langit Soloraya Minggu Siang, Airnav Indonesia Terbitkan Notam

Setelah itu, status KLB corona Kota Solo diperpanjang lagi hingga berakhir pada Jumat (29/5/2020). Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani, mengatakan evaluasi akan dilakukan pekan ini baru kemudian diputuskan memperpanjang atau sebaliknya.

Tunggu Hasil Uji Spesimen PCR

“Kalau melihat tren, sudah sepekan lebih jumlah pasien terkonfirmasi positif bertahan di angka 29 orang. Saat ini masih menyisakan tiga orang dirawat di rumah sakit. Tapi, kami masih harus bersabar karena kalau melihat tren, penularan bukan dari pemudik, melainkan lokal regional, Soloraya itu,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Senin (25/5/2020).

Saat ini, Pemkot juga masih menunggu hasil uji spesimen secara polymerase chain reaction (PCR) pasien dalam pengawasan (PDP) dan peserta rapid test massal yang hasilnya reaktif.

1 SPG Reaktif Rapid Test, Ini Langkah Manajemen Solo Paragon Mall

Jika hasilnya positif, kemungkinan status KLB corona Kota Solo diperpanjang. Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo itu juga menyebut tentang rencana rapid test massal bagi tenaga medis di 17 puskesmas dan 25 puskesmas pembantu (pustu).

Uji cepat bagi tenaga kesehatan bakal dimulai Selasa (26/5/2020). “Paling tidak akhir pekan baru diketahui hasil swab-nya bagaimana. Kalau ada yang positif artinya kami harus memperpanjang lagi,” ucapnya.

Sementara itu, data kumulatif pasien terkonfirmasi positif Covid-19 hingga Senin tidak mengalami pembaruan atau tetap di angka 29 orang.

1 Lagi Pasien Covid-19 Boyolali Sembuh, dari Klaster Dibal

Pergerakan justru terjadi pada pasien dalam pengawasan (PDP) yang bertambah menjadi 192 orang. Perinciannya, 13 rawat inap, 28 meninggal dunia, dan sisanya sembuh.

Untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) naik jadi 583 orang, di mana tiga di antaranya menjalani rawat inap, 29 rawat jalan, 32 dalam pemantauan, dan sisanya selesai pemantauan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho