STATUS GUNUNG SLAMET : Ratusan Pendaki Batal Lakukan Pendakian
Gunung Slamet (Dok/JIBI/Antara)

Solopos.com, PEKALONGAN-Ratusan pendaki dan kelompok pecinta alam membatalkan rencana melakukan pendakian ke Gunung Slamet karena status gunung yang berada di perbatasan Pemalang dan Purwokerto di Jawa Tengah itu masih berstatus waspada.

Petugas Pendakian Jalur Bambangan Gunung Slamet, Sugeng Riyadi di Pemalang, Sabtu, mengatakan bahwa aktivitas pendakian masih ditutup karena Gunung Slamet masih terus mengalami peningkatan sejak pertengahan Juli 2014.

"Para pendaki terpaksa harus pulang kembali karena kegiatan pendakian ditutup menyusul aktivitas vulkanik gunung kembali meningkat," katanya.

Menurut dia, para pendaki itu semula akan melakukan pendakian ke Gunung Slamet dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Kemerderakan Republik Indonesia.

"Akan tetapi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG masih menetapkan larangan melakukan aktivitas pendakian ke Gunung Slamet," katanya.

Ia mengatakan pada tahun sebelumnya, setelah Lebaran dan memasuki bulan Agustus akan ada ribuan pendaki ke puncak Gunung Slamet yang berasal dari beberapa provinsi hingga mancanegara.

Akibat meningkatnya aktivitas vulkanik gunung itu, kata dia, juga berdampak terhadap jumlah pendaki ke puncak Gunung Slamet selama lima bulan terakhir turun drastis.

"Bahkan jika pada 17 Agustus yang pada tahun sebelumnya banyak dimanfaatkan untuk mendaki, saat ini bahkan tidak ada aktivitas pendakian," katanya.

Ia mengatakan penurunan jumlah pendaki ke puncak gunung Slamet pada 2014 mencapai sekitar 75 persen terutama sejak adanya peningkatan aktivitas kegempaan di Gunung Slamet.

"Penutupan jalur pendakian tahun ini memang lebih lama. Akan tetapi meski sudah ada larangan melakukan pendakian namun ada yang nekad mendaki," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho