Tutup Iklan
Status Darurat Dicabut, Positif Covid-19 Salatiga Bertambah 5 Orang
Para penyedia jasa transportasi umum tengah menjalani rapid test di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (12/6/2020). (Semarangpos.com – Humas Pemkot Salatiga)

Solopos.com, SALATIGA-Jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Salatiga, Jawa Tengah, bertambah setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga, melepas status tanggap darurat Covid-19, yang diterapkan 1 April-30 Juli 2020.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Salatiga per Rabu (1/7/2020), ada penambahan lima kasus positif Covid-19. Kelima pasien itu merupakan laki-laki berusia 49 tahun dan perempuan berusia 28 tahun dari Kelurahan Bugel. Selanjutnya laki-laki usia 31 tahun dan perempuan berusia 37 tahun dari Kelurahan Sidorejo Lor, dan perempuan berusia 39 tahun dari Kelurahan Mangunsari.

Dengan penambahan lima pasien itu, saat ini total kasus positif Covid-19 di Salatiga

mencapai 80 orang. Dari jumlah tersebut, 59 orang dinyatakan sembuh dan 21 orang masih menjalani perawatan.

Klaster Pemudik Meningkat, Perantau Diminta Jujur

Kepala Dinkes Salatiga, Siti Zuraidah, mengatakan pasien kasus 76, 77, 78, dan 79 tertular dari pasien kasus 71. Pasien kasus 71 merupakan laki-laki berusia 62 tahun. Ia berencana pulang ke Poso, Sulawesi Tengah, setelah selama libur Lebaran berada di Salatiga. Sebelum pulang, pria itu diwajibkan menjalani swab test di Semarang. Namun, dia batal berangkat setelah hasil swab test dinyatakan positif Covid-19.

"Laki-laki itu sebenarnya ingin pergi dari Salatiga. Kita lakukan tracing ke orang-orang yang melakukan kontak dengannya dan diketahui positif," terang Zuraidah.
Sementara itu, pasien ke-80 merupakan hasil tindak lanjut dari pemeriksaan rapid test di sebuah perusahaan swasta di Salatiga. "Hasil rapid test reaktif dan kita tindak lanjuti ternyata positif," imbuh Zuraida.

Selain mengumumkan tambahan lima pasien positif Covid-19, dalam kesempatan itu Zuraidah juga menyatakan ada satu tenaga kesehatan yang dinyatakan positif Covid-19. Namun, tenaga kesehatan itu merupakan warga Kabupaten Semarang sehingga tidak masuk dalam kasus positif Covid-19 di Salatiga. "Tetapi kami tetap melakukan tracing terhadap orang-orang yang menjalani kontak dengan tenaga kesehatan itu," imbuh Zuraidah.

Warga Mulai Sering Bepergian, Konsumsi BBM di Jateng Naik 20 Persen

Hingga saat ini jumlah orang dalam pengawasan (ODP) di Salatiga mencapai 79 orang. Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) tiga orang, dan orang tanpa gejala (OTG) mencapai 242 orang.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho