Pekerja PT KAI Daops IV Semarang bekerja di Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Rabu (19/12/2018). (Bisnis-Triawanda Tirta Aditya)

Semarangpos.com, SEMARANG — PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana mengembangkan Stasiun Tawang, Semarang, menjadi kawasan pariwisata. Salah satu infrastruktur yang akan dibuat untuk mendukung tujuan itu adalah air mancur menari setinggi 100 meter.

Kepala KAI Daerah Operasi IV Semarang Huda Santoso menuturkan kawasan Stasiun Tawang akan diarahkan ke pengembangan pariwisata yang dilengkapi patung Bung Karno dan air mancur menari setinggi 100 meter. Dengan demikian, lahan di lokasi itu berpotensi untuk pengembangan hotel, restoran, dan mal.

KAI, menurutnya juga akan mengajak mitra mengembangkan fasilitas logistic container yang menghubungkan Tawang dengan Pelabuhan Tanjung Emas. “Ke depannya Tawang tidak hanya menjadi stasiun, tetapi juga kawasan pariwisata dan bisnis. Harapannya pengunjung tidak hanya penumpang, tetapi bisa 2-3 kali lipat,” tuturnya, Rabu (14/8/2019).

Stasiun Poncol akan disulap menjadi Cinema City yang dilengkapi pusat makanan dan hiburan. Ke depannya, area stasiun bukan hanya untuk turun dan naik penumpang, tetapi juga hunian dan sarana rekreasi.

Huda berharap, pada tahun ini KAI dapat melakukan MoU dengan perusahaan mitra, sehingga pengembangan Stasiun Tawang dan Poncol dengan wajah baru dapat dimulai 2020. Proses konstruksi diperkirakan memakan waktu 2-3 tahun.

KAI memang sedang menawarkan aset lahannya seluas 252,47 ha untuk dikembangkan menjadi proyek properti bersama pihak mitra. Di antaranya ialah sejumlah aset lahan di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Corporate Deputy Director of Assets Development KAI Suharjono mengungkapkan, di Daops IV  Semarang ada sekitar 14 lokasi yang potensial dikembangkan, mulai dari Semarang, Tegal, Pekalongan, hingga Kudus. Di Daops V Purwokerto, ada sekitar delapan lokasi yang menarik di Purwokerto, Wonosobo, Cilacap, dan Bumiayu. Sedangkan di Daops VI Yogyakarta, terdapat 8 titik lahan potensial di Magelang, Solo, Sragen, Yogyakarta.

Di Semarang, dua proyek yang menjadi fokus ialah kawasan Stasiun Tawang dan Poncol, yang terintegrasi dengan wisata Kota Lama. Di Tawang, KAI bahkan mengonsep pengembangan area kontainer dan pengangkutan logistik dari stasiun ke Pelabuhan Tanjung Emas.  

“Bentuk properti nantinya bisa bermacam-macam, hunian, mal, apartemen, tempat wisata, atau area pergudangan. Yang jelas untuk kawasan heritage kita tetap menjaga nilai otentiknya,” tuturnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten