CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi (kedua dari kiri) dan Bupati Bantul Suharsono (tengah) di Kantor Bupati Bantul, DIY, Kamis (5/4/2018). (Instagram-@yoyok_sukawi)

<p><strong>Solopos.com, SEMARANG</strong> &ndash; Kandang PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng yang sedang direnovasi tak dapat digunakan sehingga tim tersebut harus mencari kandang pengganti selama mengarungi Liga 1 musim 2018. Meski sudah pasti menggunakan Stdaion Moch. Soebroto di Kota Magelang, Jateng sebagai kandang, tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu menetapkan stadion lain sebagai kandang kedua.</p><p>Stadion yang dipastikan akan menjadi kandang kedua PSIS Semarang selama mengarungi Liga 1 musim 2018 adalah Stadion Sultan Agung di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). CEO PSIS Semarang Alamsyah Satyanegara Sukawijaya alias Yoyok Sukawi menyatakan sudah mendapatkan restu darti Bupati Bantul Suharsono untuk menggunakan stadion tersebut.</p><p>Restu itu didapatkan kala Yoyok berkunjung langsung ke Kantor Bupati Bantul, Kamis (5/4/2018). Bukan hanya restu, sang bupati bahkan diklaim mendukung penuh rencana PSIS Semarang yang akan menggunakan stadion tersebut sebagai kandang kedua.</p><p>"Alhamdulillah, <em>maturnuwun </em>Bapak Bupati Bantul Drs. H. Suharsono, mengizinkan dan mendukung <em>@psisfcofficial </em>menggunakan Stadion Sultan Agung Bantul sebagai alternatif kedua untuk laga <em>home @psisfcofficial </em>Liga 1 2018," tulis Yoyok melalui akun Instagramnya, <em>@yoyok_sukawi</em>, Kamis (5/4/2018).</p><p>Yoyok berharap para suporter bisa menjaga ketertiban dan keamanan kala menonton laga PSIS Semarang di Stadion Sultan Agung Bantul. Maklum saja, PSIS Semarang memang hanya meminjam stadion tersebut. "Dijaga ya <em>cah </em>stadionya," pungkas pria yang juga menjabat sebagai ketua Komisi E DPRD Jateng tersebut.</p><p>Sebelum Liga 1 musim 2018 bergulir, PSIS Semarang memang sempat kebingungan mencari kandang pengganti Stadion Jatidiri yang sedang direnovasi. pasalnya, Stadion Jatidiri dipastikan tak akan bisa digunakan hingga akhir 2019 mendatang.</p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten