Stabil Tinggi, Kasus Covid-19 di Boyolali Tambah 305 pada Pekan Pertama 2021
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina (Boyolali.go.id)

Solopos.com, BOYOLALI — Kasus Covid-19 di Boyolali disebut masih stabil tinggi, Rabu (20/1/2021). Masyarakat pun diimbau untuk tidak bosan dalam menerapkan protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina, Rabu (20/1/2021). “Kasus Covid-19 di Boyolali saat ini masih stabil tinggi. Di awal 2021, di pekan pertama ada 305 kasus,” kata dia kepada wartawan.

3.103 Calon Mahasiswa Baru Mendaftar di UMS, Prodi Kedokteran dan Psikologi Jadi Favorit

Menurut Ratri, saat ini kasus yang muncul di Boyolali setiap pekannya rata-rata sejumlah 200-300 kasus. Tingginya kasus yang muncul tersebut perlu mendapat perhatian bersama. Salah satunya adalah kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Ratri, tingginya jumlah kasus baru yang muncul, salah satunya dipicu masalah kesadaran penerapan protokol kesehatan. “Protokol kesehatan tampaknya masih perlu ditingkatkan. Kami melihat di lingkungan perkantoran juga sudah agak lalai dengan protokol kesehatan. Masih banyak menggunakan AC di ruang kerjanya. Ini sangat berdampak pada penambahan kasus,” lanjut dia.

Potensi Penularan

Ratri menjelaskan sirkulasi ruangan yang tertutup dengan memanfaatkan AC, memiliki potensi lebih besar untuk menjadi lokasi penularan.

Berdasarkan data yang ada, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 yang tercatat di Boyolali hingga Selasa (19/1/2021) sebanyak 3.791 kasus. Dari jumlah itu 3.336 kasus di antaranya sudah dinyatakan selesai isolasi.

Datangi DPRD Sukoharjo, Perwakilan Pedagang Kuliner Lontarkan Unek-Unek Sampai Nangis

Kemudian sebanyak 184 kasus masih dirawat dan 158 kasus masih menjalani isolasi mandiri. Sedangkan kasus yang meninggal dunia sebanyak 113 kasus.

Untuk 184 kasus yang saat ini masih dirawat, mereka tersebar di sejumlah rumah sakit. Bukan hanya rumah sakit yang ada di Boyolali, tapi ada pula yang dirawat di rumah sakit di wilayah Solo, Klaten, Sragen, Salatiga, Semarang, Tegal dan sebagainya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom