Sragen Waspadai Varian Omicron, Ini Antisipasinya

Sragen masuk wilayah algomerasi Soloraya sehingga semua daerah di Soloraya harus bareng-bareng dalam menentukan status PPKM dan yang menjadi dasar daerah terendah.

Tri Rahayu - Solopos.com
Minggu, 28 November 2021 - 20:50 WIB

SOLOPOS.COM - Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada pengunjung saat membuka sentra vaksinasi Covid-19 di Taman Kartini, Kota Sragen, Sabtu (20/11/2021) malam. (Istimewa/Dokumentasi Pemkab Sragen)

Solopos.com, SRAGEN — Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen mengantisipasi munculnya varian terbaru dari Covid-19 yang bernama varian B.1.1.529 atau Omicron dengan memperketat protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi.

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 pada saat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) juga sebagai upaya kehati-hatian supaya tidak terjadi gelombang ketiga Covid-19.

Penjelasan itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, dr. Hargiyanto, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (28/11/2021).

Dia menyampaikan antisipasi munculnya varian Omicron itu dengan memperketat protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi.

Dia mengatakan protokol kesehatan seperti 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas) tetap ditaati dan menjadi kebiasaan.

Dia berpesan menjaga kesehatan itu penting supaya terhindari dari berbagai penyakit.

Baca Juga: Direvisi Luhut, Ini 11 Negara yang Warganya Dilarang Berkunjung 

“Selain itu, kami melakukan percepatan vaksinasi dari capaian vaksinasi yang sekarang 77% dikerja supaya bisa mencapai 100%. Kemudian ada PPKM level 3 pada saat Nataru itu bagian dari upaya antisipasi. Pembatasan pegawai negeri sipil tidak boleh ke mana-mana. Pada saat Nataru itu diprediksi ada 16 juta orang yang mudik atau pulang kampung,” jelasnya.

Hargiyanto mengatakan bila sudah ada warga yang terlanjur mudik maka akan dilakukan tes swab dan dipantau. Dia mengatakan kondisi sekarang berbeda dengan dulu dimana sekarang mudah untuk melakukan tes swab.

“Kemudian untuk antisipasi lonjakan kasus, tempat isolasi terpusat tetap disiagakan dan rumah sakit tetap menyiapkan 10% tempat tidur untuk isolasi pasien Covid-19,” katanya.

Dia menerangkan Sragen sekarang berada pada PPKM level 2 tetapi sebenarnya kondisi Sragen sudah bisa masuk ke PPKM level 1.

Dia menerangkan Sragen masuk wilayah algomerasi Soloraya sehingga semua daerah di Soloraya harus bareng-bareng dalam menentukan status PPKM dan yang menjadi dasar daerah terendah.

“Untuk masuk ke PPKM level 1 itu vaksinasi minimal harus 70% sementara di Sragen sudah 77%. Kasus juga turun. BOR ICU nol, tempat tidur isolasi juga nol pasien. Kasus terkonfirmasi turun. Positivity rate hanya 0,25%. Sekarang mencari sasaran vaksinasi itu yang susah sehingga vaksinasi dilakukan di tempat-tempat publik,” jelasnya.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif