Kategori: Sragen

Sragen Tunggu Lampu Hijau Pembangunan Stadion Baru, Kapasitas Belasan Ribu Penonton


Solopos.com/Muh Khodiq Duhri

Solopos.com, SRAGEN -- Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sragen mengusulkan pembangunan stadion baru di kawasan Puro, Karangmalang. Rencana pembangunan infrastruktur di bidang olah raga itu sudah dipresentasikan di hadapan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Kepala Disparpora Sragen, Yusep Wahyudi, mengatakan presentasi di hadapan Kemenpora dilakukan beberapa bulan lalu. Dalam presentasinya, Yusep mengungkapkan saat ini Solo sudah memiliki Stadion Manahan bertaraf internasional. Oleh sebab itu, semua kabupaten di Soloraya sebaiknya memiliki stadion yang layak sebagai penyangga Stadion Manahan tersebut.

Liburan di Rumah dengan Wisata Virtual, Kenapa Tidak?

“Jarak Sragen dan Solo makin dekat setelah ada jalan tol. Aksesnya lebih mudah berkat jalan tol. Sebagai daerah penyangga Solo, Sragen juga harus memiliki stadion pendukung Stadion Manahan,” papar Yusep Wahyudi saat ditemui wartawan di GOR Diponegoro Sragen, Sabtu (12/12/2020).

Yusep berharap Kemenpora memberi lampu hijau terkait usalan pembangunan stadion itu. Stadion yang akan dibangun di Sragen nantinya berkapasitas belasan ribu penonton atau di bawah Stadion Manahan yang berkapasitas 20.000 tempat duduk setelah direnovasi.

Salah satu kawasan yang disiapkan sebagai lokasi pembangunan stadion baru tersebut adalah Puro, Karangmalang, Sragen. Di sana, terdapat lahan kurang dari 10 hektare yang bisa dipakai untuk membangun stadion baru.

Selain stadion, di kawasan itu juga akan dibangun gedung untuk arena bermain bola voli dan basker. “Jadi konsepnya seperti sport center. Soal tempat, ada beberapa alternatif, tapi kemungkinan kami memilih di Puro,” jelas Yusep.

Stadion Taruna

Sragen sebetulnya sudah memiliki Stadion Taruna yang biasa menjadi markas PSISra maupun PSISra Junior kala berkompetisi di Liga 3 maupun Liga Soeratin. Stadion ini juga pernah dipakai sebagai markas Sragen United yang pernah meramaikan kompetisi Liga 2 pada 2017.

Wah, Warga Tuban Bakal Punya Bupati Muda, Penampilannya Bikin Seger

Akan tetapi, klub tersebut akhirnya hengkang dari Taruna karena stadion itu dianggap kurang layak untuk menggelar pertandingan sepak bola di kancah Liga 2. Selain belum dilengkapi jalur khusus menuju ruang ganti yang cukup aman bagi pemain, stadion ini juga tidak dilengkapi pagar pembatas yang kuat untuk menanggulangi keributan suporter.

“Soal Stadion Taruna bagaimana nanti, kami belum membahas ke sana. Itu perlu dibahas dengan melibatkan banyak pihak,” papar Yusep.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi