Sragen Sudah Terapkan Sistem Satu Data Indonesia, Ini Penjelasannya

Pemkab Sragen telah menerapkan Satu Data Indonesia. Bahkan Implementasi nya mendapat skor di atas skor rata-rata kabupaten/kota di Jateng.

 Satu Data Indonesia. (data.go.id)

SOLOPOS.COM - Satu Data Indonesia. (data.go.id)

Solopos.com, SRAGEN — Pemkab Sragen sudah menerapkan sistem Satu Data Indonesia (SDI) dalam pengelolaan data. Nantinya, publik bisa dengan mudah mengakses data-data yang selama ini kadang sulit didapat.

Berdasarkan hasil evaluasi implementasi SDI, skor kematangan penyelenggaraan SDI di Sragen mencapai 51,98%. Ini lebih tinggi dari rata-rata skor kematangan SDI kabupaten/kota di Jawa Tengah yang 50,19%.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Sub Koordinator Data dan Informasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Sragen, Mohamad Andrian Insaeni, menerangkan penerapan SDI itu memberi banyak manfaat. Di antaranya data dapat diakses secara terpusat, tidak perlu mengambil data dari beberapa sumber.

Kemudian data terstandarisasi, tidak berbeda-beda. Data mudah dicari dengan metadata atau deskripsi data dan data untuk publik mudah dibagipakaikan.

Baca Juga: Selamat! Desa Sendang Wonogiri Masuk 10 Besar Ajang Keterbukaan Informasi Publik Tingkat Nasional

“Data yang masuk SDI itu ditetapkan dengan daftar data. Sampai sekarang masih menunggu SDI pusat tentang data apa saja yang harus ada dalam SDI,” jelas Andrian kepada Solopos.com belum lama ini.

Dengan skor kematangan yang lebih tinggi dibandingkan skor Provinsi Jawa Tengah yang baru 34,62%, SDI di Sragen masuk dalam klaster terdefinisi.

Andrian menjelaskan klaster terdefinisi artinya kebijakan telah ditetapkan dan mengatur lengkap terkait organisasi dan tata kelola. Dia menjelaskan dari 35 kabupaten/kota di Jateng, ada 12 yang masuk klaster terdefinisi, salah satunya Sragen.

Klaster tersebut merupakan klaster tertinggi ketiga dari empat klaster yang ada, yakni Klaster Optimum (2 kota), Klaster Terpadu dan Terukur (7 kabupaten/kota), Klaster Terdefinisi, dan Klaster Terkelola (14 kabupaten/kota).

Baca Juga: Hebat! Desa Sendang Terbaik Nasional soal Keterbukaan Informasi Publik

“Untuk meningkatkan kematangan implementasi SDI di Sragen diperlukan peningkatan dari aspek sumber daya manusia, aspek penyelenggaraan, aspek pengelolaan, dan aspek pemanfaatan. Peningkatan aspek-aspek itiu untuk penyusunan kelengkapan prinsip SDI yang meliputi standar data, metadata, interoperabilitas, dan kode referensi,” katanya.

Peningkatan aspek-aspek tersebut, ujar dia, juga untuk penyusunan regulasi pengelolaan SDI, evaluasi pengelolaan SDI secara berkala, pelatihan pengelolaan data, dan pembuatan aplikasi satu data perencanaan pembangunan.

Bappeda Litbang Sragen, jelas dia, mulai mengembangkan aplikasi sistem database pembangunan E-Database, Sistem Informasi Profil Daerah (SIPD), standar pelayanan minimal (SPM), dan data indikator kinerja daerah (IKD).

Kepala Badan Pusat Stastistik (BPS) Sragen, Cahyo Kristiono, menerangkan BPS sudah berkolaborasi dengan Bappeda Litbang dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk membangun SDI di Sragen. Sudah ada Peraturan Bupati terkait SDI .

“SDI itu adalah kebijakan tata kelola data pemerintah untuk menghasilkan data akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagipakaikan antara instansi pusat dan daerah,” jelasnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa disimak di sini.

      Ustaz Adi Hidayat akan Isi Pengajian Muktamar Muhammadiyah Solo Akhir Pekan Ini

      Tabligh Akbar itu bakal diikuti warga persyarikatan Muhammadiyah se-Soloraya secara daring dan luring. Diperkirakan ada 100.000 jemaah yang bakal mengikuti acara.

      Agenda Solo Hari Ini: Fashion Show By Sosialita di SBF, Krenova di STP

      Agenda Kota Solo hari ini, Rabu (5/10/2022), akan ada Fashion Show By Sosialita di Solo Batik Fashion, Krenova Subosukawonosraten di Solo Technopark dan wayang orang di GWO Sriwedari.

      Stok Vaksin Covid-19 di Solo Habis, Ini Langkah Wali Kota Gibran

      Stok vaksin Covid-19 di Solo habis sejak awal Oktober dan sudah mengajukan stok ke Dinkes Jateng

      Tekan Inflasi, Klaten Galakkan Tanam Sejuta Pohon Cabai

      Pemkab Klaten menggalakkan menanam sejuta pohon cabai sebagai upaya menekan inflasi.

      Berlokasi di Perbatasan Sukoharjo-Karanganyar, Pasar Sedayu Milik Sukoharjo

      Pasar Sedayu terdapat 34 pedagang kios dan 132 pedagang los yang mayoritas menjajakan busana, bahan makanan berupa sayuran, makanan ringan, dan kebutuhan pokok, serta hewan ternak.

      Kepiting Jadi Program Andalan Puskesmas Juwangi Boyolali Tekan Angka Stunting

      Program Kepiting bertujuan memantau dan mengendalikan angka stunting di Kecamatan Juwangi.

      Kabel PT Telkom Senilai Puluhan Juta Rupiah Dicuri, Begini Cara Pelaku Beraksi

      Sindikat pencuri kabel Telkom membawa beragam peralatan seperti linggis, kapak, pasak hingga balok kayu untuk mempermudah mengangkat gulungan kabel.

      HUT Ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo Undang Tukang Becak Makan Bersama

      Dalam rangka memperingati HUT ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo mengundang tukang becak, pemulung, penyapu jalanan, dan petugas kebersihan makan bersama.

      Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini: Berawan lalu Gerimis saat Sore

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Rabu (5/10/2022), diprediksi berawan saat pagi hingga siang kemudian hujan dengan intensitas ringan saat sore.

      Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini: Aman! Berawan Pagi hingga Malam

      Prakiraan cuaca Sukoharjo hari ini, Rabu (5/10/2022) diprediksi berawan sepanjang hari menurut BMKG.

      Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 5 Oktober 2022, Lebih Bersahabat

      Informasi mengenai prakiraan cuaca Sragen hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa Anda baca pada artikel ini.

      Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 5 Oktober 2022, Dominan Berawan

      Info lengkap prakiraan cuaca Karanganyar hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa Anda simak di sini.

      Prakiraan Cuaca Solo Rabu 5 Oktober: Berawan Sepanjang Hari dan Tidak Hujan

      Prakiraan cuaca Kota Solo pada Rabu (5/10/2022) ini menurut prakiraan cuaca dari BMKG akan berawan sepanjang dan tidak ada potensi hujan.

      Prakiraan Cuaca Klaten Hari Rabu Ini: Berawan Sepanjang Hari

      Prakiraan cuaca Klaten hari ini Rabu 5 Oktober 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.