Sragen Kekurangan 21 Tenaga Pendamping Pembangunan Desa

Kabupaten Sragen saat ini masih kekurangan 21 tenaga pendamping pembangunan desa yang meliputi 11 pendamping desa (PD) dan 10 pendamping lokal desa (PLD).

Sragen Kekurangan 21 Tenaga Pendamping Pembangunan Desa

SOLOPOS.COM - ilustrasi anggaran. (Solopos-Dok)

Solopos.com, SRAGEN — Kabupaten Sragen saat ini masih kekurangan 21 tenaga pendamping pembangunan desa yang meliputi 11 pendamping desa (PD) dan 10 pendamping lokal desa (PLD).

Tenaga Ahli (TA) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Sragen, Bambang Suharyono, mengatakan jumlah tenaga pendamping sesuai kebutuhan lapangan di Sragen adalah 44 PD yang bertugas di kecamatan dan 57 PLD yang bertugas di desa.

Satu kecamatan biasanya terdapat 2-3 PD, sementara satu PLD mengampu 2-4 desa. Namun, selama ini kebutuhan ideal dari PD dan PLD tersebut belum pernah terpenuhi. Paling banyak Sragen pernah memiliki 35 PD dan 51 PLD per Agustus 2018.

“Sekarang jumlahnya ada 33 PD dan 47 PLD. Jumlahnya makin berkurang karena ada yang mengundurkan diri setelah diterima bekerja di tempat lain,” jelas Bambang saat ditemui Solopos.com di kantornya, Rabu (30/1/2019).

Bambang menjelaskan rekrutmen tenaga PD dan PLD kali terakhir digelar pada akhir 2017 lalu. Namun, pada 2018 lalu, terdapat lima PD dan delapan PDL yang mengundurkan diri setelah diterima menjadi perangkat desa.

“Saat ini sudah ada tiga orang yakni satu PLD dan dua PD yang siap-siap mundur karena sudah diterima sebagai CPNS. Jadi, jumlah tenaga pendamping sudah pasti akan berkurang lagi,” ucap Bambang.

Karena keterbatasan jumlah SDM, satu kecamatan yakni Kota Sragen sama sekali tidak memiliki PD maupun PLD. Akibatnya, semua tugas PD dan PLD di Kota Sragen diampu oleh TA P3MD tingkat kabupaten.

“Penambahan tenaga PD dan PLD itu dilakukan oleh pusat [Kementerian Desa]. Kami tidak bisa mengusulkan karena pengisian tenaga pendamping dari sana,” terang Bambang.

Merujuk Pasal 129 PP No. 47/2015, tugas PD maupun PLD adalah mendampingi desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, kerja sama desa dengan pihak terkait, pengembangan BUM desa dan pembangunan yang berskala lokal.

“Sesuai namanya, tugas PD dan PLD hanya mendampingi desa. Mereka tidak punya kewenangan lebih dari itu seperti mengawasi atau mengkritik kinerja aparat desa,” tegas Bambang.

Sementara itu, Kepala Desa Tangkil, Agus Sriyanto, mengatakan sudah hampir setahun lamanya tidak ada tenaga PD maupun PLD di desa yang dipimpinnya. Agus mengakui selama ini tenaga pendamping memiliki peran yang cukup penting dalam mendampingi program pemerintahan.

“Manfaat adanya pendamping itu, misal ketika kami mau mengerjakan RKP Desa itu ada yang mengarahkan. Kami sering diingatkan terkait rapat RAPB Desa, dibantu menyusun RAB, laporan pertanggungjawaban dan lain-lain. Sekarang sudah tidak ada pendamping, rasanya seperti ada yang kurang,” jelas Agus.

Berita Terkait

Berita Terkini

Paket Obat Covid-19 Gratis Didistribusikan ke Pasien Isoman di Bantul

Penyaluran paket obat Covid-19 gratis ke pasien yang isoman di rumah di Bantul dilakukan oleh para tentara Bintara Pembinaan Desa (Babinsa).

Windy Cantika Sempat Gugup karena Persaingan Olimpiade Tokyo 2020 Sangat Ketat

Windy Cantika sempat gugup karena para rival tampil tangguh hingga hanya berjarak tipis untuk total perolehan angkatan.

Ahsan/Hendra Awali Olimpiade Tokyo 2020 dengan Mudah

Ahsan/Hendra kemudian akan menghadapi wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Senin (26/7/2021) pukul 16.00 WIB.

Revitalisasi Pedestrian Jl. Jenderal Sudirman Kota Jogja Segera Dimulai

Revitalisasi pedestrian Jl. Jenderal Sudirman Jogja akan menghabiskan dana senilai Rp20 miliar.

KISAH KADES JENAR: Dulu Hujat Pejabat, Kini Disuntik Vaksin Langsung oleh Bupati Sragen

Akhirnya Kades Jenar bertemu Bupati Sragen dan disuntik vaksin.

Peringati Hari Anak Nasional, Anak di Madiun Dapat Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Kabupaten Madiun mulai melakukan vaksinasi terhadap anak berusia 12 tahun ke atas saat peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli 2021.

Hingga Juli 2021, Ada 125 Kasus Kematian Karena Covid-19 di Kulonprogo

125 kasus kematian akibat Covid-19 selama Juli di Kabupaten Kulonprogo, mayoritas pasien yang sedang dirawat di rumah sakit.

Gubernur Ganjar Sebut Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Sudah 17,28%, Ini Perinciannya

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengaku kena buli dan kecaman akibat informasi yang disampaikan @pandemictalks soal serapan anggaran Covid-19 di Jateng yang disebut terendah.

Mimpi CEO Wardah Salman Subakat Bangun Ekosistem Pendidikan Indonesia

Salman Subakat, yang menduduki jabatan Chief Executive Officer (CEO) Paragon Technology and Innovation mendeskripsikan dirinya dalam empat kalimat.

Tugu Bola, Ikon Baru Desa Sambi Sragen dan Jadi Simbol Pemersatu Warga

Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Sragen, kini memiliki ikon wilayah yakni Tugu Bola. Tugu ini menjadi simbol pemersatu warga Desa Sambi.

Beredar Kabar Nakes RSUD Ambarawa Ditusuk Keluarga Pasien Covid-19, Ini Klarifikasi Polda Jateng

Video seorang anggota keluarga pasien Covid-19 yang meninggal mencoba menusuk nakes RSUD Ambarawa beredar viral di media sosial. Polda Jateng beri penjelasan.

Digerebek Petugas, Nasib PKL Di Purwodadi Berakhir Bahagia

Kedatangan petugas gabungan membuat pedagang dan sejumlah pembeli yang lagi nongkrong di warung PKL angkringan dekat Stadion Purwodadi kaget.