Sragen Hari Ini: 21 Mei 2016, Kecelakaan Maut Bus & Motor, 1 Meninggal

Enam tahun lalu, tepatnya pada 21 Mei 2016, terjadi kecelakaan lalu lintas di jembatan Mageru, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen.

 Ilustrasi Kecelakaan (Solopos)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Kecelakaan (Solopos)

Solopos.com, SRAGEN — Enam tahun lalu, tepatnya pada 21 Mei 2016, terjadi kecelakaan lalu lintas di jembatan Mageru, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Kecelakaan maut di Sragen itu terjadi pada Sabtu (21/5/2016) sekitar pukul 06.55 WIB. Seorang perempuan asal Desa Ngarum, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, R, 17, meninggal di lokasi kejadian.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Korban meninggal karena diduga terlindas Bus Akas jurusan Banyuwangi-Jogja. Informasi yang dihimpun Solopos.com di lokasi kejadian, sejumlah orang mendengar suara menyerupai benturan keras sesaat sebelum kejadian.

Mereka menduga suara benturan itu berasal dari tabrakan kendaraan korban, Yamaha Mio merah, dengan bus Akas berpelat nomor N 7734 UR. Bahkan, suara benturan itu terdengar hingga radius 100 meter.

Salah seorang saksi mata saat kejadian itu Angga, 19, menyatakan dirinya urung mandi setelah mendengar suara benturan keras di sekitar jembatan Mageru.

Baca Juga : Dua Motor Bertabrakan di Sragen, 1 Warga Ngawi Meninggal Dunia

“Saat itu jarum jam menunjuk pukul 06.55 WIB. Belum banyak orang. Orang-orang di warung Soto Juruk baru mulai berhamburan keluar. Saya mendekati lokasi kejadian,” kata Angga saat ditemui Solopos.com, Sabtu pagi.

“Ada beberapa pengendara motor yang berteriak minta tolong setelah melihat kejadian. Setelah 10 menit berlalu, polisi datang bersama ambulans untuk mengevakuasi korban,” imbuh dia.

Salah seorang warga yang ditemui di lokasi kejadian saat itu mengaku bernama Ngatmanto, 53. Dia warga Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen.

“Saat sampai di depan BLK [Balai Latihan Kerja Kantor Badan Diklat dan Litbang Sragen], anak itu [korban] mendahului saya. Lajunya kencang. Saat itu saya hendak mengantar cucu ke sekolah,” tutur dia.

Baca Juga : Tabrak Truk Parkir di Dekat Pasar Bunder Sragen, Pengendara Motor Luka

Sesaat setelah korban menyalip, dia mendengar suara benturan keras dari arah jembatan. “Saya juga mendengar suara benturan dari arah jembatan ini. Tetapi [waktu itu] benturan apa saya tidak tahu,” ungkapnya.

Kenek Bus Akas yang terlibat kecelakaan saat itu S, 67, tercatat sebagai warga Pasuruan, Jawa Timur. Saat ditemui Solopos.com, ia mengaku tidak mengetahui peristiwa itu.

Dia hanya menyampaikan mendengar suara benturan tetapi dia sempat mengira suara itu dari ban yang mengenai pembatas jalan dan jembatan.

“Kami tidak merasa bila ada yang menabrak bus. Tahu-tahu dari belakang ada mobil yang mengedip-kedipkan lampu. Ternyata ada kecelakaan lalu lintas. Motor menabrak bus kami,” ungkap dia.

Baca Juga : MPV Berisi 7 Orang Tabrak Guardrail di Tol Ngawi-Solo, Sopir MD

S menyebut ada sepuluh penumpang dengan rute Banyuwangi-Jogja menumpang bus tersebut. “Terpaksa sepuluh orang [penumpang] itu kami oper ke bus di belakang,” tutur dia.

Konten Soloraya Hari Ini menyajikan berita peristiwa pada masa lalu yang menyita perhatian publik di Soloraya. Tujuannya tak lain supaya pembaca bisa mengambil pelajaran berharga dari setiap peristiwa di masa lalu.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Wah! Mulai Uji Coba, PLTSa Putri Cempo Solo Segera Beroperasi Lur

PLTSa di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, memulai uji coba pengoperasian mesin pengolah sampah menjadi energi listrik pada Selasa (28/6/2022).

Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini: Berawan Tanpa Hujan

BMKG merilis prakiraan cuaca Sragen hari ini bakal cerah berawan tanpa hujan.

Sebelum Beraktivitas Simak Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini Lur

Prakiaan cuaca Karanganyar hari ini akan cerah berawan tanpa turun hujan.

Masih ada 34.000 RTLH di Sragen, Kemiskinan Struktural Jadi Penyebab

Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Sragen masih tinggi meski tiap tahun ada intervensi. Kemiskinan struktural disebut sebagai penyebab.

Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini Rabu 29 Juni 2022 Potensi Berawan

Inilah prakiraan cuaca wilayah Boyolali sepanjang hari Rabu (29/6/2022) menurut informasi BMKG.

Bersahabat, Cek Yuk Prakiraan Cuaca Kota Solo Hari Ini Rabu 29 Juni

Prakiraan cuaca Kota Solo dari BMKG untuk hari ini, Rabu (28/6/2022), terpantau cukup bersahabat.

Pagi Cerah, Tengok Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini Rabu 29 Juni 2022

Simak prakiraan cuaca wilayah Sukoharjo pada Rabu (29/6/2022) hari ini.

Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Rabu Ini: Cerah Berawan Pagi

Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Rabu 29 Juni 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

Prakiraan Cuaca Klaten Hari Rabu Ini: Cerah Berawan Pagi

Prakiraan cuaca Klaten hari ini Rabu 29 Juni 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

Ini 2 Kecamatan Dengan Tunggakan Pajak Kendaraan Tertinggi Di Solo

Tunggakan pajak kendaraan bermotor Kota Solo paling tinggi ada di dua kecamatan ini dengan nilai yang cukup fantastis.

Giliran Pajang Solo Dapat Pembagian Migor Dan Beras Henry Indraguna

Politikus Partai Golkar yang akan maju sebagai caleg DPR pada Pemilu 2024 Henry Indraguna bagi-bagi beras dan minyak goreng di Pajang, Laweyan, Solo.

Penduduknya Paling Sedikit, Kelurahan Laweyan Solo Hanya Punya 3 RW

Kelurahan Laweyan, Kecamatan Laweyan, yang memiliki jumlah penduduk paling sedikit di Solo hanya terdiri atas tiga RW dan 10 RT.

Suara Ungguli Gabungan 15 Parpol, Modal PDIP Solo Tatap Pemilu 2024

PDIP Solo memiliki modal kuat untuk menatap Pemilu 2024 mendatang jika melihat perolehan suara parpol tersebut pada Pemilu 2019 lalu.

Sempet Terkendala Cuaca, Detour Track Simpang Joglo Solo Sudah 80%

Proses pembuatan detour track atau jalur pengalihan kereta api di Simpang Joglo, Solo, saat ini sudah mencapai 80% meski sempat terkendala cuaca.

Terapkan IP 400, Petani Sukoharjo Minta Dam Colo Tak Ditutup Oktober

Kunci keberhasilan penerapan konsep IP 400 adalah ketersediaan pasokan air, mekanisasi pertanian yang mumpuni, dan penggunaan benih genjah