Sragen Dapat Rp15,3 Miliar dari Provinsi untuk Bangun Jembatan Gilirejo

Kepala DPU Sragen menyebut Pemkab mendapatkan bantuan Rp15,3 miliar untuk pembanguna fondasi Jembatan Gilirejo yang disebut-sebut bakal jadi yang terpanjang kedua se-Jateng.

 Ilustrasi jembatan. (freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi jembatan. (freepik)

Solopos.com, SRAGEN — Proyek pembangunan jembatan terpanjang kedua di Jawa Tengah, yakni Jembatan Gilirejo di Kecamatan Miri, Sragen, kemungkinan bakal dimulai tahun ini. Pemkab Sragen mendapatkan dana bantuan keuangan senilai Rp15,3 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membangun fondasi jembatan yang akan memiliki panjang sekitar 600 meter tersebut.

PromosiIni Alasan Maluku Utara Jadi Provinsi Paling Aman di Indonesia

Kepastian adanya dana bantuan keuangan dari Pemprov Jateng itu disampaikan  Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Marija, saat ditemui wartawan di Kragilan, Gemolong, Kamis (13/1/2022).

“Pada 2022 ini, kami juga mendapatkan bantuan dari Pemerintah provinsi Jateng untuk pembangunan Jembatan Gilirejo senilai Rp15,3 miliar. Dana itu digunakan untuk pembuatan pancang fondasi jembatan yang melintang di atas perairan Waduk Kedung Ombo (WKO) antara Desa Gilirejo dan Gilirejo Baru,” jelasnya.

Baca Juga: Dibangun di Sragen, Jembatan Terpanjang di Jateng Butuh Rp75 Miliar

Seperti diketahui dana yang dibutuhkan untuk membangun Jembatan Gilirejo ini nilainya fantastasi, yakni senilai Rp75 miliar. Jembatan itu bakal menghubungkan dua desa terpencil di tepi WKO yakni Desa Gilirejo dan Desa Gilirejo Baru di Kecamatan Miri, Sragen.

Progres proyek jembatan sepanjang 600 meter melintasi Waduk Kedung Ombo (WKO ) memasuki tahap akhir pembebasan lahan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sragen pada Senin (6/12/2021) menggelar sosialisasi proyek tersebut di Balai Desa Gilirejo Lama. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah warga terdampak, aparat pemerintah Kecamatan Miri, perangkat desa, serta TNI/Polri.

Kepala DPUPR Sragen, Marija, menjelaskan proses pembangunan jembatan telah melewati tahapan feasibility study dan tahapan penyelesaian detail engineering design (DED). Tahapan tahun ini berupa proses pengadaan lahan.

Baca Juga: Pemkab Sragen Gulirkan Sekolah Unggulan di Saat Ada SD Ambruk

“Kegiatan saat ini dalam rangka sinkronisasi penyelesaian pengadaan [pembeasan] lahan,” kata dia. Dia menjelaskan ada ada 22 pemilik lahan yang terdampak proyek pembangunan jembatan dari Desa Gilirejo Lama dan Gilirejo Baru. Pemerintah Kabupaten Sragen menyediakan anggaran sekitar Rp900 juta untuk pembebasan lahan. Pencairan dilakukan 15 Desember 2021.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

+ PLUS Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

Pulau Jawa memiliki paparan risiko bencana tinggi dibanding pulau lain, namun indeks risiko bencana lebuh tinggi dimiliki Kalimantan Timur dibanding DKI Jakarta.

Berita Terkini

Tengah Malam di Bangunan Tua Rumah Jagal Solo, Serem Lur!

Rumah jagal atau pemotongan hewan di kompleks Kantor DKPP Solo merupakan salah satu bangunan tua dari awal 1900-an yang masih terjaga keasliannya.

Pandemi Belum Berakhir, Tim Gabungan Solo Gencarkan Lagi Razia Masker

Petugas gabungan TNI, Polri, dan Pemkot Solo kembali menggencarkan razia masker untuk mengingatkan masyarakat yang mulai abai menerapkan protokol kesehatan padahal pandemi belum berakhir.

Kasus Covid-19 Wonogiri Naik, Jekek Minta PTM 100 Persen Dievaluasi

Jekek menilai perlu ada strategi baru untuk mencegah penularan Covid-19 varian Omicron di lingkungan satuan pendidikan.

Waduh, Banyak Naskah Kuno Berharga di Mangkunegaran Solo Hampir Rusak

Kondisi naskah-naskah atau manuskrip kuno di perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran Solo hampir rusak sementara upaya penyelamatan terkendala sarpras.

BBWSBS Hitung Lagi Kebutuhan Anggaran Revitalisasi Rawa Jombor

BBWSBS sebelumnya sudah mengusulkan ke Kemen PUPR agar mengalokasikan anggaran Rp68 miliar untuk kegiatan revitalisasi Rawa Jombor pada 2023.

Giliran Soropaten, Mranggen, & Manjungan Klaten Dapat SK Desa Wisata

Tiga desa yang memperoleh SK bupati Klaten tentang desa wisata, yakni Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom; Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, dan Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen.

Tambah Terus, 200-An Pemulung Mengais Rezeki di TPA Putri Cempo Solo

Jumlah pemulung yang mengais rezeki di antara tumpukan sampah TPA Putri Cempo Mojosongo, Solo, terus bertambah dari tahun ke tahun,

Sibangga Jadi Wadah Polres Sukoharjo Gali Permasalahan Masyarakat

Kapolres menambahkan permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian melainkan juga ada peran masyarakat di dalamnya.

Molor, Proyek 2021 Jalan Watuondo-Pogog Wonogiri Tak Kunjung Rampung

Hingga Januari ini proyek jalan Watuondo, Kecamatan Bulukerto-Pogog, Kecamatan Puhpelem senilai Rp3,985 miliar belum rampung.

Buat yang Mau Wisata Lampion Imlek, Dapat Pesan dari Kapolresta Solo

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak memberikan sejumlah pesan kepada warga yang ingin berwisata menikmati keindahan lampion Imlek di Pasar Gede dan Balai Kota Solo.

Kasus Naik Lagi, Jekek: Covid-19 Enggak Bisa Ditangkal dengan Akik

Joko Sutopo menegaskan Covid-19 tidak dapat ditangkal hanya dengan akar bahar, akik, atau benda lain yang dianggap memiliki kekuatan tertentu.

Duh, Kasus Aktif Covid-19 di Wonogiri Naik Lagi

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wonogiri menilai kasus aktif Covid-19 di Wonogiri naik lagi lantaran penerapan protokol kesehatan kendur.

Penyelesaian Sengketa Lahan Sriwedari Solo Bisa Jadi Legacy Gibran

Penyelesaian sengketa lahan Sriwedari Solo antara Pemkot dengan ahli waris RMT Wirjodiningrat bisa menjadi legacy atua warisan Gibran sebagai Wali Kota kelak.

Bupati Wonogiri Buka Ruang Audiensi dengan Tenaga Honorer

Bupati Joko Sutopo menyampaikan sampai saat ini belum mengetahui yang dimaksud pemerintah pusat mengenai penyelesaian masalah tenaga honorer dengan batas waktu 2023.

BIN Gelar Vaksinasi Dosis Kedua di SDN 2 Tegalgede Karanganyar

BIN menggelar vaksinasi dosis kedua untuk anak usia 6-11 Tahun di SDN 2 Tegalgede, Karanganyar.