Tutup Iklan
Sragen Dapat Bantuan 5.000 Masker N-95 dari Hong Kong
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati berdialog dengan Kepala DKK Sragen Hargiyanto saat mengecek masker N-95 bantuan dari Hong Kong di Kantor Dinas Bupati Sragen, Kamis (25/6/2020). (Tri Rahayu/Solopos)

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen mendapat bantuan masker jenis N-95 atau masker bedah sebanyak 5.000 lembar dari seorang warga Negara Hong Kong, Cheung Sha Wan, Kamis (25/6/2020). Bantuan masker tersebut dikirim dari Hong Kong dengan menggunakan jasa pengiriman barang internasional dan ditujukan kepada Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Wanita Cantik Singkirkan Benang Layangan di Jalan Kartasura Sempat Dikira Sedang Main Layang-Layang

Masker tersebut dikemas dalam enam dus berukuran besar. Masker tersebut sempat dicek petugas Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Sragen jumlahnya sebanyak 4.957 lembar. Setelah tiba di Kantor Dinas Bupati Sragen, Bupati bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen Hargiyanto memeriksa barang tersebut.

“Bantuan itu berasal dari teman bisnisnya Bapak [Untung Wiyono, mantan Bupati Sragen] dari Hong Kong. Beliau melihat situasi dan kondisi Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat kemudian ikut prihatin dan kemudian memberi bantuan masker N-95 ini. Alhamdulillah, bantuan masker ini sangat bermanfaat bagi kami,” ujar Yuni, sapaan akrabnya, saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis siang.

Bayi Laki-Laki Terbungkus Plastik Hitam Dibuang di Persawahan Tangkisan Pos Klaten

Masker N-95 untuk Sragen

Yuni berkoordinasi dengan Hargiyanto supaya masker bantuan tersebut dibagikan ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, RSUD dr. Soeratno Gemolong, dan 25 puskesmas yang menyebar di 20 kecamatan. Dia berharap masker tersebut benar-benar dimanfaatkan dengan baik dalam penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Sragen.

Kepala DKK Sragen, Hargiyanto, mengatakan kualitas masker ini jelas di atas masker bedah yang biasa digunakan tenaga medis. Dia melihat kualitas masker yang bagus sehingga akan sangat efektif sebagai alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di lapangan. “Masker ini sekali pakai dan digunakan untuk kegiatan penanganan Covid-19, seperti saat swab test atau rapid test terhadap pasien,” ujar Hargiyanto.

Sementara para nakes dari DKK Sragen terus melakukan rapid test ke sejumlah kecamatan. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Sragen Sri Subekti mengatakan rapid test massal yang dilakukan selama dua hari terakhir menunjukkan hasil non reaktif semua.

Tes Swab Mandiri, Warga Singopuran Kartasura Sukoharjo Positif Covid-19

Dia mengatakan rapid test massal pada Rabu (24/6/2020) lalu dilakukan di Tangen dengan menyasar 252 orang. Selain itu rapid test massal pada Kamis di wilayah Kecamatan Miri menyasar 259 orang dan hasilnya juga non reaktif.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho