Spesialis Pencurian Traktor, 2 Warga Sragen Dibekuk di Bantul

Dua warga Sragen menjadi bertugas menjadi eksekutor alias pemetik yang mengambil traktor di sawah.

 Suasana konferensi pers pelaku pencurian tarktor pada Rabu (24/11). (Harianjogja.com/Catur Dwi Janati)

SOLOPOS.COM - Suasana konferensi pers pelaku pencurian tarktor pada Rabu (24/11). (Harianjogja.com/Catur Dwi Janati)

Solopos.com, BANTUL — Tergabung dalam sindikat pencuri spesialis traktor lintas provinsi, dua pria asal Sragen masing-masing berinisial SY alias Ngoglik dan WL ditangkap aparat Polres Bantul. Komplotan yang terdiri atas tiga orang, termasuk SY dan WL, ini sempat enam bulan berkeliaran di Kabupaten Bantul, DIY, dan main kucing-kucingan dengan polisi.

Sasaran mereka adalah traktor petani yang ditinggal di sawah.

PromosiRaih GPTW, Telkom Jadi Dream Job Bagi Pencari Kerja di Indonesia 

Kapolres Bantul, AKBP Ihsan, menjelaskan tiga pencuri spesialis traktor itu ditangkap pada Senin (22/11) pukul 02.00 WIB. Mereka dibekuk di daerah Tamanan, Banguntapan pasca terlibat aksi kejar-kejaran dengan tim Polres Bantul.

Ketiga pelaku memiliki peran masing-masing dalam aksi pencurian. SY alias Noglik dan WL berposisi sebagai eksekutor atau pemetik mesin traktor yang ditinggal di areal persawahan. Sementara pelaku lainnya yang berinisial SW, warga Banguntapan, Bantul, berperan sebagai pengemudi mobil pengangkut traktor curian. Ia  stand-by di mobil yang digunakan sebagai alat pengangkut traktor curian.

Baca Juga: Angka Kematian Ibu di Sragen Tahun Ini Meningkat Akibat Covid-19

“Pelaku ini adalah pelaku lintas provinsi. Di Bantul ada tiga TKP yakni di Imogiri kemudian di Pundong ada dua TKP. Dari pengakuan tersangka hasil pemeriksaan kami yang bersangkutan juga pernah melakukan di wilayah Sragen, Boyolali, dan Klaten. Jadi lintas provinsi,” tuturnya, Rabu (24/11/2021).

Modus operandi pelaku diawali dengan melakukan observasi, berkeliling sambil melihat situasi adanya traktor yang ditinggal di areal persawahan. Apabila melihat traktor sasaran, maka mereka akan merencanakan pencurian pada malam harinya yang biasa dieksekusi pada pukul 02.00 – 05.00 WIB.

Berbekal kunci pas, kunci ring, tang hingga gergaji besi, para pelaku akan mempreteli bagian-bagian traktor sasaran. Traktor yang sudah dipreteli selanjutnya diangkut ke mobil dan dijual ke penadah di daerah Ngawi, Jawa Timur. Komplotan ini sudah beroperasi sejak kurang lebih enam bulan lalu.

Baca Juga: Belajar dari Wonogiri, Kini Sragen Jadi Juara Umum Daya Saing Daerah

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa alat-alat yang digunakan dalam aksi pencurian dan satu unit mobil kendaraan Avanza yang digunakan pelaku. Selain itu, tiga mesin traktor, tiga kerangka mesin traktor, dan sepasang roda mesin traktor curian juga diamankan sebagai barang bukti.

Atas tindakan pelaku yang dilakukan, ketiganya dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana selama-lamanya tujuh tahun penjara.

“Kami sampaikan imbauan kepada para petani di wilayah Kabupaten Bantul untuk memarkirkan mesin traktornya di tempat aman. Tidak usah resah saat ini, karena pelakunya sudah kita tangkap,” tegasnya.

Baca Juga: Komisi III DPRD Sragen Sidak Galian C, Keduluan Ditutup Satpol PP

2 Kali Jadi Korban

Dari pengakuan salah satu tersangka, satu traktor bisa dijual dengan harga hingga Rp4 juta. Selanjutnya uang hasil curian akan dibagi tiga dengan rata-rata tiap pelaku mengantongi uang Rp1 juta setelah aksinya.

Salah satu korban pencurian traktor, Wakijan hadir langsung dalam konferensi pers di Polres Bantul mengaku kaget saat mesin traktor miliknya yang diparkir di tengah sawah raib. Wakijan mengaku sudah dua kali jadi korban pencurian traktor.

Empat tahun lalu Wakijan juga kehilangan traktor, malahan saat itu traktor yang ia pakai milik kelompok tani di wilayahnya. Alhasil Wakijan harus mengganti sejumlah uang kepada kelompok.

Baca Juga: Investor Asia, China, dan Australia Lirik UMKM Sragen

“Kalau yang ini punya saya pribadi. Ya sejak yang pertama hilang itu saya beli sendiri. Perkiraannya saya kan dekat rumah, di belakang rumah saja sawahnya, ternyata dicuri. Harganya Rp10 juta,” tandasnya.

Sumber: Harianjogja.com

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

10 Prajurit TNI Membantu Local Strongman Mengelola Kerangkeng Manusia

+ PLUS 10 Prajurit TNI Membantu Local Strongman Mengelola Kerangkeng Manusia

Sepuluh orang prajurit TNI ditetapkan menjadi tersangka kasus penganiayaan dan penyiksaan penghuni kerangkeng manusia di rumah Bupai Langkat nonaktif, Provinsi Sumatra Utara, Terbit Rencana Peranginangin.

Berita Terkini

Gara-Gara Ini, Seluruh Pasar Hewan di Wonogiri Ditutup Sementara

Seluruh pasar hewan di Kabupaten Wonogiri ditutup sementara selama dua pekan mendatang.

PPDB TK, SD, SMP Kota Solo Akan Dimulai Tanggal Ini, Siap-Siap Ya!

Tahapan penerimaan peserta didik baru atau PPDB jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Solo yang segera dimulai berlangsung secara online.

SDN 2 Bendo Pedan Gelar Karya Wisata, Ortu Siswa Wadul ke Disdik

Orang tua siswa SDN 2 Bendo, Kecamatan Pedan, mengajukan aduan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, Senin (23/5/2022). Aduan tersebut terkait rencana studi wisata yang akan dilaksanakan SDN 2 Bendo.

Wanita Katolik RI Karanganyar Tambah 4 Ranting Baru

WKRI DPC Karanganyar membuka empat ranting baru yakni di Jenawi, Kebakkramat, Tasikmadu, dan Mojogedang.

Pemotor Knalpot Brong Diserang, Polisi Solo: Jangan Main Hakim Sendiri

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengingatkan masyarakat untuk tidak main hakim sendiri terkait ulah pemotor pengguna knalpot brong yang meresahkan.

Masuk 100 Besar SMA Terbaik Nasional, Ini Tanggapan SMAN 1 Klaten

SMAN 1 Klaten masuk dalam 100 SMA terbaik tingkat nasional.

Cek Lur, Diskumindag Sediakan Toko Online Khusus UMKM Sragen

Diskumindag Sragen meluncurkan toko online yang khusus diperuntukkan bagi pelaku UMKM lokal Sragen menjual produknya. Nama toko online tersebut adalah tukonisragen.com.

13 Sapi Terinfeksi PMK, Pasar Hewan di Wonogiri Ini Ditutup Sementara

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menutup Pasar Pracimantoro selama dua pekan terhitung sejak, Selasa (24/5/2022).

Kisah Perjuangan Pengikut Diponegoro di Sejarah Waduk Mulur Sukoharjo

Waduk Mulur pernah direnovasi pada 1998, namun hal itu tak menghilangkan kesan produk kolonial Belanda dan masih tetap terjaga bentuk aslinya.

48 Los Untuk Pedagang Mebel Solo di Pasar Darurat, Ini Pembagiannya

Para pedagang mebel pindahan dari Gilingan menempati 48 los yang terbagi di dua lokasi di Jl DI Panjaitan dekat Pasar Legi Solo.

Gara-Gara Stiker Di Helm, Puluhan Pemuda Serang Muda-Mudi Di Solo

Puluhan pemuda diduga serang sepasang muda-mudi di Jl Ir Juanda, Jebres, Solo, beberapa waktu lalu, tiga pelaku tertangkap.

Pandemi Bikin Sejumlah Perpusdes di Wonogiri Semakin Sepi

Minat masyarakat Wonogiri berkunjung ke perpustakaan menurun drastis selama Pandemi-19.

Cegah Kecelakaan, Polres Karanganyar akan Ramp Check Sebulan Sekali

Satlantas Polres Karanganya akan melakukan ramp check sebulan sekali terhadap armada angkutan umum. Ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat kondisi armada yang tak laik jalan.

Sambut HUT ke-25, Solopos Salurkan Bantuan ke 15 Panti Asuhan

Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25, Solopos menggelar sejumlah rangkaian kegiatan salah satunya bakti sosial.

Semrawut, Arus Lalu Lintas di Alun-Alun Karanganyar akan Diubah

Dishub Karanganyar akan mengubah arus lalu lintas di kawasan Alun-alun Karanganyar khusus Sabtu dan Minggu agar tak semrawut.