SPBU Madiun Depan RRI Kerap Dikeluhkan, Pertamina Layangkan Teguran
Situasi SPBU Jl. D.I. Panjaitan, depan RRI Madiun, Rabu (17/2/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

SPBU Madiun yang berada di Jl. DI Panjaitan atau depan RRI Madiun mendapat teguran dari Pertamina karena banyak konsumen yang komplain mengenai pelayanan buruknya.

Solopos.com, MADIUN — Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jl. D.I. Panjaitan atau depan kantor dan studio Radio Republik Indonesia (RRI) Madiun mendapatkan teguran dari Pertamina. Peringatan ini berkaitan dengan pelayanan yang diberikan petugas SPBU yang disebut sering merugikan konsumen.

Pengawas SPBU Jl. D.I. Panjaitan, Kota Madiun, Lulut Priyo Susilo, mengatakan telah mengetahui keluhan konsumen terhadap pelayanan petugas SPBU tersebut. Pertamina sudah memberikan teguran kepada pengelola SPBU Jl.D.I. Panjaitan mengenai keluhan yang banyak disampaikan konsumen.

“Kami belum diberi surat peringatan secara tertulis, tetapi Pertamina sudah menegur kami karena banyak konsumen yang mengeluh atas pelayanan di SPBU kami,” aku Lulut Priyo Susilo saat ditemui Madiunpos.com di ruang kerjanya, Rabu (17/2/2016).

Lulut menyampaikan akan menjadikan teguran dan keluhan konsumen itu sebagai bahan evaluasi kinerja petugas SPBU. Seluruh karyawan SPBU juga telah dipanggil dan dievaluasi oleh pengawas SPBU.

Skors Hingga Pecat
Dia mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada petugas yang ketahuan berbuat curang kepada konsumen. Lulut menyebut sanksi tersebut bisa berupa skors selama tiga bulan hingga pemecatatan. Ini dilakukan supaya tidak ada lagi petugas SPBU yang berbuat curang hingga merugikan konsumen.

Menurut Lulut, selama ini ada beberapa konsumen yang ketika merasa telah dicurangi petugas langsung komplain ke pengawas. Ketika ada komplain secara langsung, biasanya pengawas langsung memberi tindakan, seperti memberikan ganti rugi kepada konsumen hingga memperingatkan petugas SPBU.

“Beberapa waktu lalu ada konsumen yang komplain karena dia ingin mengisi Premium, tetapi petugas SPBU malah mengisi dengan Pertalite. Karena ada selisih harga antara dua bahan bakar minyak (BBM) itu, kemudian konsumen komplain ke pengawas, dan saat itu juga permasalahan diselesaikan. Konsumen diberi ganti dengan pengisian Premium sesuai pembelian,” jelas dia

Laporkan ke Pengawas
Lulut berharap ketika ada konsumen yang merasa dirugikan dengan pelayanan dari petugas SPBU Jl. D.I. Panjaitan bisa melapor ke pengawas SPBU. Karena hal itu menjadi tugas pengawas untuk memantau kinerja petugas operator yang ada di lapangan.

Lulut menambahkan ada 18 petugas operator di SPBU Jl. D.I. Panjaitan atau depan kantor dan studio RRI Madiun yang dibagi menjadi tiga shift. SPBU Jl. DI Panjaitan beroperasi mulai dari pukul 05.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Setiap hari, SPBU Jl. DI Panjaitan mendapatkan jatah 8 ton Premium, 700 liter Pertamax, 1 ton Pertalite, dan 1 ton solar dari Pertamina.

 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya
KLIK di sini untuk mengintip Kabar Sragen Terlengkap



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom