Spanduk bertuliskan "Aku Kudu Jujur" terpasang di Pasar Wedi Klaten, Minggu (1/12/2019). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Dinas Perdagangan Koperasi (Disdagkop) dan UKM Klaten menggalakkan kampanye kejujuran. Kampanye itu dalam bentuk spanduk bertuliskan “Aku Kudu Jujur” yang terpasang di seluruh pasar tradisional di Klaten.

Spanduk itu seperti yang terpasang di Pasar Wedi, Pasar Totogan Ngawen, serta Plasa Klaten. Spanduk bertuliskan “Aku Kudu Jujur” berlatar belakang warna hitam terpasang di pintu masuk pasar.

Kepala Disdagkop dan UKM Klaten, Bambang Sigit Sinugroho, mengatakan pemasangan spanduk dilakukan sejak November. Tujuannya sebagai imbauan dan ajakan bagi seluruh orang yang melihatnya untuk berlaku jujur terutama pedagang dan petugas pasar.

“Ya kalau menggunakan timbangan harus sesuai. Misalnya kalau menimbang barang 1 kg ya barang yang diberikan 1 kg, jangan berubah menjadi 9 ons. Dari sisi petugas, ketika memungut retribusi tidak main-main. Bersikap jujur ini pula yang berlaku bagi pegawai di Disdagkop dan UKM. Jujur itu kan sebenarnya menjadi kewajiban bagi setiap umat manusia,” kata Bambang saat dihubungi solopos.com, Minggu (1/12/2019).

Bambang menjelaskan kampanye kejujuran di pasar tersebut tak sekadar memasang spanduk. Dia mengatakan sosialisasi rutin dilakukan agar pedagang menggunakan timbangan sesuai ketentuan serta petugas pungut retribusi.

Di Klaten ada sekitar 40 pasar tradisional. Sementara jumlah total petugas pasar sekitar 180 orang.

Kabid Pengelolaan Pasar Disdagkop dan UKM Klaten, Didik Sudiarto, memastikan seluruh pasar tradisional sudah terpasang spanduk “Aku Kudu Jujur”.

“Untuk jumlah seluruh pedagang di pasar tradisional itu ada sekitar 12.000 orang,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten