Juventus (Reuters-Ciro De Luca)

Solopos.com, FERRARA — Juventus bakal menghadapi ujian prioritas saat melawat markas SPAL di Stadionn Paolo Mazza, Sabtu (13/4/2019) malam WIB. Godaan mengistirahatkan pemain pilar di depan mata lantaran Si Nyonya Tua masih harus menghadapi Ajax Amsterdam dalam laga krusial leg II perempatfinal Liga Champions pekan depan.

Jika Juve menurunkan pemain pelapis, bukan tak mungkin pesta scudetto mereka bakal tertunda kembali. Pekan lalu Miralem Pjanic dkk. urung merayakan gelar juara meski menang 2-1 atas AC Milan. Ini setelah Napoli memetik hasil imbang 1-1 melawan Genoa di partai lain.

Kini kendali mutlak berada di tangan Juventus. Jika mereka mampu menundukkan SPAL, gelar scudetto kedelapan beruntun bakal berada dalam genggaman meski mereka kalah di enam partai tersisa. Masalahnya, kondisi di atas angin ini bisa memicu pasukan Massimiliano Allegri untuk “setengah hati” saat menghadapi SPAL.

Mengistirahatkan banyak pemain penting memang tampak menjadi pilihan logis Allegri saat menghadapi SPAL. Sang pelatih berkepentingan menjaga pemainnya seperti Giorgio Chiellini, Emre Can dan Martin Caceres yang tengah dalam pemulihan cedera. Cristiano Ronaldo, Sami Khedira dan Douglas Costa juga baru pulih.

Logikanya, jika Juve gagal mendapat poin di Paolo Mazza, mereka masih bisa mencoba di laga selanjutnya. Namun jika mereka gagal di leg II melawan Ajax, harapan memenangi Liga Champions otomatis lenyap.

Di sisi lain, Juve sejatinya juga merugi andai gagal memastikan scudetto akhir pekan ini apabila mereka akhirnya lolos ke semifinal Liga Champions. Ini artinya mereka masih akan direcoki kompetisi domestik saat masuk ke fase krusial Liga Champions. Bek Juventus, Leonardo Bonucci, menegaskan tak ada pilihan lain selain mengunci gelar di kandang SPAL. “Mari berpikir untuk menutup kompetisi [Seri-A] pada hari Sabtu,” ujarnya seperti dilansir Football Italia, Jumat (12/4/2019).

SPAL sendiri berpotensi menyulitkan Bianconeri jika melihat pertemuan musim lalu di Paolo Mazza yang berakhir 0-0. Kali ini tuan rumah diyakini bakal kembali bermain ngotot karena hanya berselisih empat poin dari zona degradasi. Belakangan performa anak asuh Luca Semplici cenderung meningkat dengan meraih tiga kemenangan dari empat laga terbaru. Dua korban SPAL tak main-main yakni AS Roma (2-1) dan Lazio (1-0).

Striker Andrea Petagna patut diwaspadai karena sukses mengemas enam gol dalam 10 laga terakhir SPAL. Namun Juvejuga memiliki kartu as dalam diri Moise Kean. Striker Timnas Italia itu selalu mencetak gol dalam tiga laga terakhir tim. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten