SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, FERRARA – AC Milan memang tidak bisa menentukan nasib mereka sendiri untuk lolos ke Liga Champions musim depan. Itu karena tim berjuluk Rossoneri ini tertinggal sebiji poin dari peringkat ketiga Atalanta dan penghuni posisi keempat Inter Milan hanya dalam satu laga tersisa di Seri-A.

Syarat Milan untuk finis empat besar Seri-A pun sangat berat. Rossoneri, julukan Milan, harus mampu menang di markas SPAL, Stadio Paolo Mazza, Ferrara, Senin (27/5/2019) pukul 01.30 WIB, sedangkan Atalanta atau Inter gagal menang atas lawan masing-masing pada giornata terakhir. Atalanta akan menjamu Sassuolo, sementara Inter harus bertarung dengan tim yang terancam terdegradasi, Empoli, pada pekan penutup nanti.

Promosi Tragedi Bintaro 1987, Musibah Memilukan yang Memicu Proyek Rel Ganda 2 Dekade

Sebenarnya, hasil imbang cukup mengantar Milan kembali ke DNA mereka sebagai penghuni Liga Champions. Tapi syaratnya, Inter dan Atalanta harus kalah atas lawan masing-masing, sedangkan pesaing mereka yang lain di empat besar, AS Roma, wajib menang menjamu Parma.

Meski begitu, Milan enggan melempar handuk. Rossoneri masih berharap untuk bisa mewujudkan peluang kecil mereka berlaga di kompetisi paling elite di Eropa musim depan. Kali terakhir Milan bisa tampil di fase grup Liga Champions pada 2013/2014 alias sekitar lima tahun lalu. Pendukung Rossoneri tentu benar-benar rindu menyaksikan tim kesayangan mereka tampil kembali di Liga Champions, yang menjadi habitat asli mereka di era kejayaan.

“Kami harus melaksanakan tugas kami, bertarung untuk menang, dan lihat nanti apa yang terjadi ketika peluit akhir dibunyikan. Pada akhirnya, kami akan merangkul semua orang, karena saya berhutang banyak dengan para pemain di tim ini,” ujar Pelatih Milan, Gennaro Gattuso, seperti dilansir football-italia.net, Sabtu (25/5/2019).

“Kami rindu memotong kue bersama, namun saya hanya punya kalimat positif untuk mereka musim ini. Ada banyak hal yang dipertaruhkan besok dan kami akan berjuang bersama,” imbuhnya.

Seperti yang dikatakan Gattuso, banyak hal yang bakal dipertaruhkan saat Milan melawan SPAL. Salah satunya masa depan sang pelatih. Gattuso bisa saja dipecat andai gagal membawa Rossoneri finis ke empat besar. Bahkan, media-media di Italia menyebut, posisi Gattuso tetap tidak aman, meski akhirnya Krzysztof Piatek dkk. lolos ke Liga Champions.

“Melatih Milan adalah sebuah mimpi. Sulit dan saya harap bisa melanjutkan pengalaman ini. Sebuah kehormatan dan saya ingin terus menangani tim ini selama mungkin,” pinta Gattuso.

Piatek diharapkan bisa menjadi senjata di laga pamungkas Milan. Jika merobek gawang SPAL, striker asal Polandia ini bakal mencetak sejarah sebagai pemain pertama yang mampu menembus minimal 10 gol untuk masing-masing dua klub berbeda dalam satu musim Seri-A.

Saat masih bersama Genoa, Piatek menorehkan 13 gol dalam paruh pertama musim ini. Sedangkan bersama Milan, ia sudah mengoleksi 9 gol, salah satu golnya dilesakkan ke gawang Frosinone akhir pekan lalu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya