Soto Tauto Pekalongan, Wujud Akulturasi Budaya Lokal dan Tiongkok

Tidak jauh dari soto pada umumnya, Soto Tauto ini ditambah taucho yang merupakan saus khas Tiongkok yang berasal dari olahan fermentasi kedelai.

 Soto Tauto Pekalongan (Instagram/@infokulinerpandaan)

SOLOPOS.COM - Soto Tauto Pekalongan (Instagram/@infokulinerpandaan)

Solopos.com, PEKALONGAN — Soto pada umumnya adalah makanan berkuah yang kaya akan bumbu rempah, kaldu ayam maupun sapi dan beberapa bumbu lainnya. Umumnya, kuah Soto biasanya berwarna kuning yang berasal dari rempah-rempah, seperti serai, kunyit, dan jahe.

Namun berbeda dengan soto yang ada di Pekalongan, yang dikenal dengan Soto Tauto. Soto ini memiliki kuah yang warnanya cenderung merah yang memberikan sensasi pedas. Mengutip Detik.com, Jumat (16/7/2021), Soto Tauto ini sebenarnya tidak jauh dari soto pada umumnya, hanya Soto Tauto ini ditambah taucho yang merupakan saus khas Tiongkok yang berasal dari olahan fermentasi kedelai.

Sebutan ‘tauto’ diambil dari makanan khas Tiongkok, yaitu ‘caudo’ yang merupakan makanan berkuah. Karena ada racikan perpaduan bumbu Tiongkok dan lokal Jawa ini menjadikan Soto Tauto adalah wujud dari akulturasi budaya yang masih lestari hingga saat ini.

Baca Juga: Kuliner Petis Kambing Runting Khas Pati, Berawal dari Daging Kambing Kurban yang Melimpah

Warung Soto Tauto Klego H. Kunawi
Warung Soto Tauto Klego H. Kunawi (Sumber: Detik.com)

Warna merah dari kuah Soto Tauto ini berasal dari cabe keriting merah yang juga memberikan aroma dan rasa cabai yang pedas pada hidangan soto ini. Proses pembuatan Soto Tauto ini terbilang lama, yaitu satu hari satu malam dan itulah yang membuat Soto Tauto spesial dengan soto-soto pada umumnya.

Di Pekalongan sendiri ada banyak penjual Soto Tauto, namun ada warung atau kedai yang sudah legendaris dan dikenal menyediakan menu soto khas Pekalongan ini. Salah satunya adalah warung Soto Tauto Klego H. Kunawi yang terletak di Gg Klego, Kecamatan Pekalongan Timur.

Warung ini sudah 46 tahun beroperasi dan konon warung ini adalah tempat pertama yang menjual Soto Tauto di Pekalongan dan sekarang warung ini dipegang oleh generasi kedua dari keluarga H. Kunawi. Soto Tauto yang ada di warung ini ada dua pilihan, yaitu daging atau jerohan.

Baca Juga: Selain di Pati, Ada Desa Mini Indonesia Lain di Banyumas Hlo

Kedai Soto Tauto Bang Dul
Kedai Soto Tauto Bang Dul (Sumber: Detik.com)

Selain itu, warung ini juga memberikan pilihan makan dengan nasi atau dengan lontong. Satu porsi Soto Tauto ini dibandrol dengan harga Rp17.000. Seperti biasanya, Soto Tauto ini juga bisa dinikmati dengan makanan pendamping, seperti tempe, tahu, perkedel atau aneka sate.

Warung Soto Tauto lainnya ada di Kedai Soto Tauto Bang Dul yang berlokasi di Jl. Doktor Sutomo, Gamer, Kota Pekalongan. Warung ini sudah beroperasi sejak 1982. Kedai ini menawarkan Soto Tauto Ayam atau Daging (Sapi).

Soto Tauto di kedai ini berkuah kuning kecoklatan dan memilki aroma dan rasa gurih khas Tauco. Biasanya pelanggan yang ada datang, menikmati dengan nasi putih dan sate kulit ayam atau aneka sate lainnya.

Harga di kedai ini untuk Soto Tauto Ayam dibadrol dengan harga Rp17.000 sedangkan Soto Tauto Sapi seharga Rp20.000. Dengan harga tersebut, pengunjung bisa kenyang dan puas.

Baca Juga:Poster Ajak Warga Purbalingga Tidak Upload Berita Covid-19 Muncul di Media Sosial

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya,  sebenarnya Soto adalah makanan yang dibawa oleh para pendatang dari Tiongkok dengan nama Caudo, yakni makanan berkuah dan pertama kali dipopulerkan di wilayah Semarang.

Lambat laun, orang pribumi Jawa memberikan sebutan ‘Soto’ yang berasal dari homofon ‘Caudo.’ Makanan yang dulunya untuk masyarakat pecinan ini seiring dengan berjalannya waktu, orang pribumi pun menjadikan makanan ini menjadi bagian dari kuliner mereka.

Tak terkecuali masyarakat Pekalongan juga ikut menjadikan makanan ini sebagai kuliner mereka, tak cukup dengan menikmatinya saja masyarakat Pekalongan rupanya menyesuaikan olahan Caudo ini dengan bumbu-bumbu khusus agar pas dengan lidah mereka.

Berita Terkait

Espos Premium

Ini Pandangan Pemimpin Uni Soviet Khruschev Soal Sepak Terjang PKI

Ini Pandangan Pemimpin Uni Soviet Khruschev Soal Sepak Terjang PKI

Pemimpin Uni Soviet, Nikita Khruschev, menilai aksi militer oleh PKI dengan G30S/PKI adalah kecerobohan karena tidak memahami situasi politik aktual di Indonesia. Media-media Uni Soviet menyebut PKI beraksi atas arahan pemimpin China, Mao Zedong.

Berita Terkini

Sejumlah Event Besar bakal Digelar di Borobudur, Vaksinasi Dipercepat

Pemprov Jawa Tengah akan mempercepat cakupan vaksinasi di kawasan Candi Borobudur karena sejumlah agenda atau event wisata bakal digelar.

Rumah Kamera Borobudur, Bisa Swafoto Bersama ‘Presiden Jokowi’ Hlo!

Di Rumah Kamera ini, pengunjung bisa dengan leluasa berswafoto dengan Presiden Ri yang akrab disapa dengan Jokowi ini dalam bentuk replika yang terlihat seperti sosok presiden yang nyata.

Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga Keturunan Raja Mataram

Bupati Tiwi adalah keturunan dari Kyai Arsantaka yang bernama kecil Arsakusuma, pendiri Kabupaten Pubalingga sekaligus leluhur raja-raja Mataram Islam.

Sempat Viral, Video Harimau di Kedungjati Grobogan Ternyata Hoaks

Video seekor harimau besar sedang berada di kawasan hutan sempat beredar di media sosial dan WhatsApp Group (WAG) di Kabupaten Grobogan

Gelar JDC 2021, AMSI Jateng Ingin Tahu Arah Dunia Digital ke Depan

JDC 2021 merupakan salah satu sumbangsih AMSI Jawa Tengah untuk bicara terkait seperti apa arah industri digital ke depan.

Achmad Husein, Bupati Banyumas yang Dapat Gelar Pangeran dari Keraton Solo

Achmad Husein adalah Bupati Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang mendapatkan gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Adipati Purbowinoto dari Kesunanan Surakarta.

Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Cilacap, Presiden Jokowi Ingatkan Warga Taat Prokes

Presiden Jokowi mengingatkan warga tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun telah mengikuti vaksinasi Covid-19.

Waduh! 9 Daerah di Jateng Endemis Penyakit Kaki Gajah, 6 di Pantura

Sembilan kota dan kabupaten di Jawa Tengah tercatat menjadi daerah endemis filariasis atau dikenal sebagai penyakit kaki gajah.

Banyak Anak Jateng yang Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19, Jumlahnya Bikin Sedih

Perlu adanya sinergi berbagai potensi masyarakat untuk menyelamatkan masa depan anak-anak terdampak Covid-19.

Guru dan Siswa Terpapar Covid-19, 8 SD-SMA di Blora Batal PTM

Kasus di delapan sekolah di Blora itu bukan merupakan klaster penyebaran Covid-19, karena ditemukan saat screening sebelum PTM.

Petani Jambu Air Di Grobogan Ini Namanya Mirip Nama Penyanyi Indonesia

Pembeli datang ke kebun jambu air di Desa Watupawon, Kecamatan Penawangan, Grobogan, petik langsung sambil selfi atau swafoto.

Ini Lho, Bandar Arisan Online Salatiga Tertangkap

Bandar arisan di Salatiga yang dicari karena membawa kabur uang hingga miliaran rupiah milik peserta akhirnya ditangkap polisi.

Unik! Kuliner Soto Bancar Khas Purbalingga Topping Bakso & Saus Kacang

Kuliner khas Purbalingga berupa Soto Bancar memiliki keunikan dengan sajian soto lainnya, yakni tambahan saus kacang, bakso, dan kerupuk merah putih dalam penyajiannya.

UKSW dan TNI Gelar Vaksinasi Massal Bagi Pelajar dan Masyarakat Umum

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kerja sama dengan TNI Komando Daerah Militer IV/Diponegoro menggelar vaksinasi massal di Balairung Universitas

Ganjar Pranowo Emoh Mikir Jadi Capres: Pilpres Urusan Bu Mega

Ganjar Pranowo menegaskan bahwa urusan capres pada Pilpres 2024 merupakan kewenangan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP.

Idza Priyanti, Mantan Dirut Perusahaan Transportasi Tegal yang Kini Jadi Bupati Brebes

Idza merupakan wanita kelahiran Tegal, 9 Januari 1971. Dirinya merupakan Bupati petahana yang memimpin salah satu kabupaten di kawasan pantai utara (pantura) Jawa Tengah sejak 2012.